SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui program Kampung Siaga Bencana (KSB).
Program ini dinilai strategis mengingat tingkat kerawanan bencana di Kabupaten Subang yang tergolong tinggi di Jawa Barat.
Pengukuhan sekaligus simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP) Kampung Siaga Bencana bagi Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, dan Kecamatan Legonkulon digelar di halaman Kantor Kecamatan Legonkulon, Kamis (12/03/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Kementerian Sosial RI tahun 2026 yang bertujuan membangun sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial RI yang diwakili Ketua Pokja Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana, Taufik Saeful Rahman, menegaskan bahwa masyarakat merupakan pihak pertama yang merespons ketika bencana terjadi.
“Dalam setiap bencana, yang pertama hadir adalah masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, membangun kesiapsiagaan masyarakat merupakan investasi sosial yang sangat penting,” ujarnya.
Menurutnya, pembentukan Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Subang telah disusun berdasarkan peta risiko bencana sehingga langkah mitigasi dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi mengatakan program Kampung Siaga Bencana menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Melalui program ini, masyarakat didorong memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana di lingkungannya,” ujar Agus
Ia juga menekankan bahwa program tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh.
Agus mengungkapkan bahwa Kabupaten Subang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi di Jawa Barat
“Kabupaten Subang merupakan daerah dengan risiko bencana nomor dua di Jawa Barat. Di wilayah utara sering terjadi banjir, sementara di wilayah selatan kerap terjadi longsor,” katanya.
Karena itu, ia berharap program Kampung Siaga Bencana ke depan tidak hanya dikembangkan di wilayah utara Subang, tetapi juga diperluas ke wilayah selatan yang memiliki potensi bencana berbeda.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian Sosial RI juga menyerahkan bantuan dalam rangka program kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Kabupaten Subang senilai Rp339.192.600.
Bantuan tersebut meliputi fasilitas pembentukan Kampung Siaga Bencana, dukungan logistik untuk lumbung sosial, serta pelaksanaan program Tagana Masuk Sekolah di 19 sekolah yang berada di Kecamatan Legonkulon dan Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan.





