Megapolitan

Hari Kedua Lebaran: Jalur Selatan Tasikmalaya Macet 5 KM, Pelabuhan Bakauheni Ramai Lancar

×

Hari Kedua Lebaran: Jalur Selatan Tasikmalaya Macet 5 KM, Pelabuhan Bakauheni Ramai Lancar

Sebarkan artikel ini
Aktivitas kendaraan pemudik arus balik di kantong parkir dermaga reguler Pelabuhan Bakauheni (Foto: ANTARA/Riadi Gunawan)

TASIKMALAYA, TINTAHIJAU.com — Memasuki hari kedua perayaan Idulfitri, dinamika arus lalu lintas menunjukkan kondisi yang kontras di dua titik vital. Kepadatan kendaraan terpantau mewarnai jalur arteri selatan Tasikmalaya yang mengarah ke Ciamis, sementara situasi perlintasan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, justru masih relatif lengang dan terkendali.

Silaturahmi dan Wisata Picu Kemacetan di Tasikmalaya

Di jalur arteri selatan Jawa Barat, antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga mencapai panjang lima kilometer. Titik kemacetan panjang ini membentang mulai dari kawasan Jalan Raya Rajapolah hingga bermuara di pertigaan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Berdasarkan pantauan di lapangan, penumpukan kendaraan mayoritas didominasi oleh mobil pribadi. Tingginya mobilitas warga lokal yang tengah melakukan tradisi silaturahmi Lebaran ke rumah sanak saudara, berpadu dengan antusiasme masyarakat yang bertolak menuju berbagai destinasi wisata liburan, menjadi faktor utama penyebab tersendatnya arus lalu lintas di ruas tersebut.

Bakauheni Terkendali, Puncak Arus Balik Diprediksi 26–28 Maret

Pemandangan yang jauh berbeda tersaji di gerbang utama perlintasan antarpulau, Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Pada momen Lebaran hari kedua ini, arus pergerakan penumpang dan kendaraan terpantau ramai lancar tanpa kendala berarti.

Belum terlihat adanya penumpukan pemudik atau antrean panjang yang mengular di kantong-kantong parkir area pelabuhan. Kondisi ini memungkinkan kendaraan yang tiba untuk langsung mengantre dan masuk ke dalam lambung kapal dengan cepat.

Meski arus pergerakan masih terbilang landai, pihak pengelola pelabuhan tetap bersiaga. PT ASDP Indonesia Ferry memproyeksikan bahwa lonjakan penumpang yang akan menyeberang kembali ke Pulau Jawa pada fase arus balik diprediksi baru akan mencapai puncaknya pada tanggal 26 hingga 28 Maret mendatang.