Megapolitan

Hujan Badai Terjang Bandung, 109 Titik Terdampak dan Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon

×

Hujan Badai Terjang Bandung, 109 Titik Terdampak dan Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kota Bandung pada Jumat (3/4). Bencana alam ini meninggalkan dampak kerusakan yang masif di berbagai wilayah, memporak-porandakan infrastruktur publik dan permukiman warga, serta menelan korban jiwa.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, tercatat sebanyak 109 titik terdampak oleh cuaca ekstrem tersebut. Mayoritas kejadian didominasi oleh peristiwa pohon tumbang yang tersebar di 91 lokasi berbeda.

Selain pohon tumbang, badai juga mengakibatkan sejumlah kerusakan material yang signifikan, meliputi:

  • 2 unit papan reklame roboh.
  • 1 unit menara tumbang.
  • 5 kejadian atap rumah terbang tersapu angin.
  • 5 atap rumah roboh.
  • 4 rumah warga dan sejumlah kendaraan ringsek akibat tertimpa pohon.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

Dampak paling tragis dari amukan cuaca ekstrem ini adalah jatuhnya korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang di kawasan Jalan Bojong Raya, Kecamatan Bandung Kulon.

Sementara itu, di lokasi terpisah yang berada di Jalan Cijerah Raya, satu orang warga lainnya dilaporkan mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis.

Respons Cepat Tim Gabungan

Merespons kondisi tanggap darurat tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke berbagai titik lokasi terdampak. Tim evakuasi ini terdiri dari unsur BPBD Kota Bandung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), SAR Polda Jabar, relawan REDKAR, serta dibantu secara gotong royong oleh warga setempat.

Fokus utama penanganan saat ini adalah pembersihan material pohon yang memutus akses jalan raya, sekaligus penyaluran bantuan logistik darurat. Guna mengantisipasi hujan susulan, BPBD telah mendistribusikan bantuan berupa terpal dan karung kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan, khususnya pada bagian atap.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan kerusakan (asesmen) dan pembersihan lokasi masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan kembali aman dan kondusif bagi masyarakat.

Antisipasi dan Kesiapsiagaan Personel

Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, menyatakan bahwa langkah antisipasi ke depan harus segera diperkuat, terutama terhadap pohon-pohon rindang yang rentan tumbang saat cuaca buruk. Ia mengimbau agar pemeliharaan rutin seperti pemangkasan dahan dan pemeriksaan akar pohon lebih digiatkan.

“Pohon yang sudah tua, dahannya rapuh, atau akarnya tidak kuat harus segera ditangani. Ini penting untuk menghindari kejadian yang membahayakan masyarakat,” tegas Soni.

Sebagai bentuk mitigasi, Diskarmatan juga telah meningkatkan status kesiapsiagaan seluruh anggotanya dalam menghadapi potensi bencana susulan.

“Personel kami siaga penuh. Bahkan jika diperlukan, pasukan cadangan juga kami kerahkan untuk mendukung penanganan di lapangan,” pungkasnya.