FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

5 Kades di Majalengka Terjejrat Kasus Korupsi Dana Bansos



TINJAU MAJALENGKA- Kepala Desa (Kades) atau Kuwu yang terlibat korupsi dana bantuan sosial di Kabupaten Majalengka terus bertambah. Hingga pekan terakhir September ini lima orang kuwu yang ditetapkan menjadi tersangka, dan berkasnya hampir rampung.

Jumlah tersebut belum ditambah mantan kuwu dan dua orang lainnya yang kasusnya masih dalam tahap penyelidikan dengan kasus yang sama.

Menurut keterangan Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka M Basyar Rifa’i disertai Kasie Intel Noordien Kusuma Negara usai penerangan hukum terhadap kuwu-kuwu se-Kecamatan Lemahsugih, dana bantuan sosial yang dialokasikan ke desa-desa ternyata cukup rentan dengan tindak korupsi. Oknum kuwu kerap melakukan penyelewengan dana dengan cara menggelapkan uang bantuan atau menggunakan dana yang tidak sesuai peruntukannya.

”Bantuan sosial yang dikorupsi oleh oknum kuwu adalah bantuan perumahan tidak layak huni dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan bantuan Pipanisasi juga dari APBD Jawa Barat,” ungkap Kajari.

Untuk bantuan pipanisasi diperkirakan masih akan ada sejumlah kuwu atau aparat desa yang terseret persoalan hukum karena, pelaksanaannya tidak sesuai dengan petujuk pelksanaan dan petunjuk teknis, akuntabilitas penggunaan keuanganpun banyak yang tidak jelas, sehingga sulit bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kasie Intel Noordien di hadapan kuwu menyatakan, kalau penggunaan dana yang bersumber dari pemerintah atau hasil pungutan dari masyarakat harus jelas akuntabilitasnya, transparan dan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. Bila sudah keluar dari ketiga hal tersebut maka sudah masuk pada pelanggaran hukum.

Kasie Intel berpesan, kuwu jangan pernah berdalih bahwa uang yang diterimanya berasal dari bantuan seseorang baik politisi atau siapapun sehingga sebagian habis tidak digunakan sesuai peruntukannya.

Sementara itu diperoleh informasi bahwa bantuan pipanisasi ke sejumlah desa di Kabupaten Majalengka tersebut berasal dari dana aspirasi salah seorang anggota DPRD. Bantuan tersebut diberikan kepada lebih dari 150 desa yang masing-masing desanya menerima bantuan sebesar Rp 178 juta. [PRLM]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini



Berita lain terkait klik di sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Realme Rilis Dua Smartphone Anyar di Penghujung Tahun 2021 https://t.co/9xPQ3bNWOe
Begini Respon Menag Yaqut Saat Ditanya Terkait Polemik Muktamar NU https://t.co/hEu3UIK1SK
Diduga Supir Ngantuk, Pajero Sport Hantam Truk di Tol Cipali, 2 Tewas dan 5 Luka Berat https://t.co/2aljakKsJB
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter