MegapolitanTeknologi

Indonesia Akan Miliki Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik, Pasok untuk Tesla Mulai 2025

×

Indonesia Akan Miliki Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik, Pasok untuk Tesla Mulai 2025

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pabrik

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa Indonesia akan segera memiliki pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik atau prekursor.

Pabrik yang dikelola oleh Huayou Indonesia ini direncanakan akan diresmikan pada bulan November atau Desember 2024, dengan lokasi pembangunan di Weda Bay, Maluku Utara. Nantinya, pabrik ini diharapkan mampu memproduksi prekursor yang dapat diekspor sebagai bahan baku baterai untuk kendaraan listrik Tesla.

Bahlil menyatakan bahwa pembangunan pabrik ini hampir rampung, dan proses persiapannya telah mendekati tahap akhir. “Sudah hampir selesai. Mungkin bulan depan ini peresmiannya,” ungkap Bahlil dalam sebuah pernyataan di Kementerian ESDM pada Jumat (1/11/2024). Ia menambahkan bahwa target waktu peresmian ditetapkan pada bulan ini atau paling lambat Desember 2024.

Rencana pembangunan pabrik prekursor ini telah diumumkan sebelumnya oleh Bahlil. Ia menjelaskan bahwa pabrik tersebut akan menyuplai bahan baku yang sangat dibutuhkan untuk baterai mobil listrik Tesla mulai Januari 2025. Kehadiran pabrik ini juga merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik dalam negeri.

Selain proyek di Maluku Utara, Bahlil mengungkapkan bahwa pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia juga mencakup proyek katoda di kawasan industri Batang, bekerja sama dengan LG. Kedua proyek ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global, terutama dalam penyediaan bahan baku utama seperti prekursor dan katoda.

Menurut Bahlil, pembangunan pabrik di Weda Bay merupakan langkah penting yang mendukung misi besar Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia. “Mulai 1 Januari 2025, Indonesia akan mengirim material bahan baterai berbentuk prekursor ke Tesla,” ujar Bahlil. Dengan rencana ini, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan semakin mendukung keberlanjutan industri kendaraan listrik global.

Menuju Industri Kendaraan Listrik yang Berdaya Saing Global

Pembangunan pabrik bahan baku baterai ini merupakan bagian dari strategi besar Indonesia dalam menciptakan industri kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari produksi bahan baku hingga manufaktur baterai.

Dengan mengembangkan infrastruktur industri di dalam negeri, Indonesia tidak hanya membuka peluang ekspor yang lebih luas, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Di tengah perkembangan global yang menuju energi terbarukan dan kendaraan listrik, langkah Indonesia dalam membangun pabrik prekursor dan katoda ini adalah bukti nyata dari komitmen pemerintah untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau.