Inilah Hasil Pertemuan Mahasiswa dengan Rektorat ITB Terkait Polemik Pembayaran Uang Kuliah dengan Pinjol

Aksi mahasiswa di depan Gedung Rektorat ITB. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pertemuan antara Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) Institut Teknologi Bandung (ITB), Yogi Saputra, dengan pihak Rektor ITB, Reini Wirahadikusumah, menghasilkan sejumlah pernyataan terkait skema pembayaran uang kuliah dengan pinjaman online (pinjol).

Pertemuan tersebut, yang digelar pada Selasa (30/1/2024), menjadi sorotan setelah aksi protes mahasiswa di depan gedung rektorat pada hari sebelumnya.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menegaskan empat tuntutan utama yakni;

Pertama, mereka menuntut pemaksimalan sumber beasiswa dan skema keringanan serta cicilan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kedua, mereka meminta penyelenggaraan kebijakan yang transparan dan adil.

Ketiga, mahasiswa menyerukan penghapusan opsi pembayaran melalui pinjaman online.

Terakhir, mereka menuntut penjaminan bagi seluruh mahasiswa ITB untuk mengisi Formulir Rencana Studi (FRS) dan mendownload Kartu Studi Mahasiswa (KSM).

Baca Juga:  Kenali 50 Caleg Partai Gerindra Subang pada Pemilu 2024

Meskipun demikian, Yogi Saputra menyatakan bahwa Rektor ITB belum dapat memenuhi seluruh tuntutan mahasiswa. Namun, ada kabar baik bagi ratusan mahasiswa yang sebelumnya terancam tidak dapat melanjutkan studi mereka karena tunggakan uang kuliah tunggal (UTK).

ITB telah memberikan jaminan agar mereka dapat melanjutkan kuliah, meskipun kebijakan ini baru berlaku untuk mahasiswa jalur reguler.

Namun, kekhawatiran masih menyelimuti 140 mahasiswa jalur mandiri dan kelas internasional yang belum mendapatkan jaminan serupa. Pihak ITB berpendapat bahwa mereka dianggap lebih mampu secara ekonomi, sehingga belum ada jaminan untuk kelangsungan studi mereka.

Baca Juga:  Pj Bupati Subang Pastikan Logistik untuk Korban Longsor Cukup

Polemik juga melibatkan skema pembayaran uang kuliah dengan pinjaman online. Meskipun pihak Rektorat belum bisa menghapuskan skema ini, mereka berjanji untuk tidak mempromosikannya secara aktif.

Sebelumnya, ITB telah bekerja sama dengan PT Inclusive Finance Group atau Danacita untuk menyediakan layanan cicilan UKT dengan tenor 6-12 bulan, yang mereka klaim sebagai kemudahan bagi mahasiswa dalam membayar uang kuliah.

Dengan demikian, polemik ini menggambarkan dinamika yang terjadi di antara mahasiswa dan pihak otoritas kampus terkait kebijakan pembayaran uang kuliah. Harapan akan tercapainya keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh mahasiswa ITB masih menjadi fokus perdebatan dan perjuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com