Jakarta Duduki Peringkat Kedua Sebagai Kota dengan Polusi Udara Terburuk di Dunia

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Kualitas udara di DKI Jakarta terus menjadi perhatian serius karena menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Data terbaru dari situs pemantau kualitas udara, IQAir, mengindikasikan bahwa pada pagi ini, Rabu (30/8/2023), kualitas udara di Jakarta tergolong “tidak sehat”. Bahkan, Jakarta telah meraih peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di seluruh dunia. Indeks kualitas udara atau tingkat AQI (Air Quality Index) di DKI Jakarta mencatat angka 170, sebuah angka yang mengingatkan kita akan risiko yang dihadapi penduduk kota ini.

Salah satu faktor utama yang mengkhawatirkan adalah tingginya konsentrasi partikel PM 2.5 dalam udara di Jakarta. Tingkat polutan PM 2.5 mencapai 18,2 kali lipat dari pedoman kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Partikel PM 2.5 merupakan partikel kecil dalam udara yang dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan manusia dan bahkan sampai ke aliran darah. Paparan jangka panjang terhadap PM 2.5 dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, dan bahkan kematian prematur.

Baca Juga:  Usai Debat Capres, Milenialis Subang Kian Mantap Menangkan ANIS di Pilpres

Pemerintah dan berbagai pihak terkait perlu segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini. Dengan tingkat polusi udara yang begitu tinggi, langkah-langkah preventif dan responsif menjadi sangat penting dalam melindungi kesehatan penduduk Jakarta.

Berikut adalah beberapa saran yang direkomendasikan oleh IQAir untuk melindungi diri dari dampak buruk kualitas udara:

1. Mengenakan Masker Pelindung
Menggunakan masker pelindung khusus, seperti masker N95, dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya di udara saat beraktivitas di luar ruangan. Masker ini dirancang untuk menyaring partikel-partikel kecil sehingga udara yang dihirup menjadi lebih bersih dan aman.

Baca Juga:  Kendaraan Listrik dan Tantangan Mengatasi Polusi di Jakarta

2. Menggunakan Alat Penyaring Udara di Dalam Ruangan
Memasang alat penyaring udara di dalam ruangan dapat membantu mengurangi polusi udara di dalam rumah atau kantor. Alat ini efektif menyaring partikel-partikel berbahaya sehingga udara dalam ruangan tetap sehat untuk dihirup.

3. Menutup Jendela
Menutup jendela saat kualitas udara buruk dapat membantu menghindari polusi dari luar masuk ke dalam ruangan. Sehingga, udara di dalam ruangan tetap bersih dan aman.

4. Menghindari Aktivitas di Luar Ruangan saat Kualitas Udara Buruk
Saat kualitas udara di luar buruk, sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan yang dapat menyebabkan Anda lebih banyak terpapar polusi udara. Ini akan membantu melindungi sistem pernapasan Anda.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, telah mengambil langkah proaktif dengan mewajibkan gedung-gedung pencakar langit untuk melakukan penyemprotan uap air (water mist). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menekan polusi udara di kota. Sekitar 300 gedung akan diwajibkan untuk melakukan penyiraman massal atau water mist dari atap bangunan mereka. Meskipun ada biaya terkait pengadaan alat water mist, langkah ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam mengurangi polusi udara.

Baca Juga:  Akibat Polusi Udara Jakarta di Jakarta, Jokowi Dorong Pola kerja Hybrid

Kondisi kualitas udara yang mengkhawatirkan di Jakarta adalah peringatan bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Langkah-langkah individu, seperti yang direkomendasikan oleh IQAir, dapat membantu melindungi diri sendiri dan orang lain dari dampak buruk polusi udara. Selain itu, dukungan penuh dari pemerintah dan upaya kolaboratif dari masyarakat, industri, dan berbagai pihak terkait akan menjadi kunci menuju udara yang lebih bersih dan sehat di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com