BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Euforia keberhasilan Persib Bandung mengunci gelar juara paruh musim BRI Super League 2025/26 berubah menjadi duka bagi salah satu penggawa bintangnya. Gelandang Timnas Indonesia yang kini membela Maung Bandung, Thom Haye, mengungkapkan kabar mengejutkan terkait teror mengerikan yang menimpa keluarganya.
Persib Bandung sejatinya baru saja merayakan kemenangan krusial 1-0 atas rival abadi mereka, Persija Jakarta, dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia. Namun, suasana pesta tersebut tercoreng oleh aksi oknum suporter tak bertanggung jawab yang melampaui batas sportivitas.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @thomhaye, pemain yang dijuluki “The Professor” ini awalnya menyampaikan apresiasi setinggi langit atas atmosfer luar biasa di stadion dan fanatisme Bobotoh yang menurutnya menjadi modal besar bagi potensi sepak bola Indonesia.
“Kami memenangkan derbi hari ini dan saya bangga dengan tim kami dan Bobotoh. Semangat dan atmosfernya istimewa,” tulis Haye.
Teror di Luar Lapangan
Namun, nada bicara Haye berubah drastis saat menceritakan sisi gelap pascapertandingan. Ia menyayangkan adanya perilaku tidak hormat dan pelanggaran yang terjadi baik di dalam maupun di luar stadion. Yang paling mengejutkan, Haye secara terbuka menyebut bahwa keluarganya menerima pesan-pesan berisi ancaman pembunuhan (death wishes).
“Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirimkan harapan kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti,” tegasnya.
Haye merasa sedih karena rivalitas yang seharusnya hanya berlangsung selama 2×45 menit justru merembet ke ranah pribadi yang mengancam nyawa. Ia menilai perilaku agresif ini justru menghambat pertumbuhan kualitas sepak bola di tanah air.
Seruan untuk Masa Depan
Pemain naturalisasi ini juga mengkritik adanya oknum pemain yang terkadang memicu provokasi, serta reaksi negatif suporter saat ada pihak yang mencoba menyuarakan pendapat demi perbaikan liga.
“Sangat menyedihkan melihat pemain berkontribusi pada hal ini dan merusak kualitas permainan. Yang gila adalah jika Anda menyuarakan pendapat tentang hal itu, mereka malah ingin berkelahi lebih banyak,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Thom Haye mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia—baik pemain maupun penggemar—untuk introspeksi diri. Ia menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi hiburan yang menyatukan, bukan ajang menebar ketakutan.
“Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu. Mari kita bangun lingkungan sepak bola yang lebih baik bersama-sama untuk masa depan sepak bola Indonesia,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen klub maupun kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah hukum yang akan diambil atas ancaman yang diterima oleh keluarga Thom Haye tersebut. (RED)




