JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Luapan Kali Sunter merendam permukiman warga di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis (22/1/2026) malam. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai hingga 120 sentimeter.
Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 04 Cipinang Melayu, Subagyo, mengatakan genangan terdalam terjadi di wilayah yang berada di bantaran kali. Lokasi paling parah tercatat di RT 04, RT 01, dan RT 02.
“Untuk saat ini yang paling dalam di pinggir kali mencapai 120 sentimeter. Itu terjadi di RT 04, RT 01, dan RT 02. Sementara RT 05 dan RT 07 sekitar 50 sentimeter, sedangkan RT 06 belum terdampak,” ujar Subagyo di lokasi banjir, Kamis malam.
Menurut Subagyo, kenaikan muka air berlangsung cepat sejak Kamis sore hingga malam hari. Ia menyebut sekitar pukul 18.30 WIB air mulai naik drastis.
“Tadi sore sempat dicek masih sekitar 40 sampai 50 sentimeter. Namun setelah magrib, sekitar pukul 18.30 WIB, air naik sangat cepat dan sekarang sudah sampai ke wilayah RT 05 bagian atas,” katanya.
Ia menduga banjir dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut diperparah dengan meluapnya Kali Sunter yang berada di sekitar permukiman warga.
Sementara itu, Ketua RW 04 Cipinang Melayu, Yoni Triorama, menyampaikan hingga Kamis malam belum ada warga yang mengungsi. Meski demikian, pihak RW telah menyiapkan skema evakuasi jika ketinggian air terus meningkat.
“Jika air melebihi 150 sentimeter, warga akan diarahkan mengungsi ke Kampus Universitas Borobudur sebagai satu titik pengungsian,” ujar Yoni.
Ia menambahkan, saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut. Sebagian warga telah mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.
“Warga sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini dan biasanya menunggu air surut. Namun jika air tidak surut atau justru bertambah, pengungsian akan dilakukan secara bertahap,” katanya.
Yoni menyebut wilayah RW 04 memang kerap terdampak saat banjir melanda. Meski demikian, banjir yang terjadi kali ini merupakan yang pertama pada tahun 2026.
“Ini memang langganan kalau banjir, dan hanya terjadi di RW 04. Tetapi untuk tahun 2026, ini pertama kalinya kami mengalami banjir,” ucapnya.
Sumber: KOMPAS.tv




