Maju di Pileg Subang, Yanuar Muchriady Muhtar Akan Perjuangkan BPJS Gratis dan Pendidikan Tanpa Diskriminasi

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Dari ratusan nama yang masuk daftar calon sementara peserta Pemilihan Legislatif 2024, salah satunya adalah Yanuar Muchriady Muhtar.

Pria yang dikenal sebagai salah seorang petinggi di sebuah pabrik sepatu ternama itu maju di Pileg dari Dapil Subang 1 yang meliputi Kecamatan Cibogo, Subang dan Kecamatan Cijambe.

Keputusan Yanuar untuk terjun ke dunia politik, didorong keinginannya untuk berkontibusi positif ke Kabupaten Subang dan memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat

“Saya berani keluar dari zona nyaman untuk mencoba terjun ke dunia politik, dan bergabung dengan NasDem, saya melihat partai ini ingin membawa perubahan untuk lebih baik lagi. Saya semata-mata ingin mengabdi, tidak lebih, saya ingin di masa karir saya, ingin mengabdikan diri ke masyarakat, ada manfaat yang bisa dirasakan masyarakat lebih luas lagi,” kata Yanuar

Baca Juga:  Sehari, Enam Peristiwa Kebakaran Terjadi di Kabupaten Subang

Setidaknya ada tiga hal utama yang mendorong dan menjadi program dirinya ketika terpilih dan menjadi Anggota DPRD Subang. Ketiga bidang yang bakal menjadi arena perjuangan Yanuar ini adalah Bidang Seni Budaya, Kesehatan dan Bidang Pendidikan

Menurut Yanuar, tiga bidang ini yang kerap membuat dirinya gelisah, karena terjadi berulang-ulang setiap saat dan setiap tahun.

“Jujur saja ya saya sangat prihatin denan nasib eksistensi seni budaya yang ada di kita. Sebagai contoh saya melihat sisingaan, sekarang sudah banyak imitasinya. Padahal kan Sisingaan ini bukan hanya hiburan tapi ada nilai-nilai sejarahnya. Saya ingin kedepan ini tetap eksis dan terus terjaga,” kata Yanuar.

Dia juga mencontohkan seni budaya Gembyung. Kendati tidak sedikit masyarakat Subang yang menggemari, namun pelaku seni ini masih didominasi oleh kaum tua. Yanuar khawatir, Gembyung ini akan mati bersamaan dengan meninggalnya para pelaku seni.

Baca Juga:  Pekan Ketiga Penayangan, Film Barbie Raup Lebih dari Rp15 Triliun

“Sehingga yang harus didodrong itu regenrasi, kita berfikir bagaimana kesenian ini bisa diminati oleh anak-anak muda jaman sekarang sebagai pelanjut eksistensi kesenian Gembyung ini,” kata Yanuar.

Sementara di bidang Pendidikan, lewat sistem, Yanuar berkeinginan untuk menghapus sistem zonasi pada setiap pendaftaraan siswa baru. Bukan hanya sistem zonasi, label Sekolah Favorit juga sedapat mungkin bisa dihaous dengan menguatkan sekolah yang ada di masing-masing daerah

“Setiap tahun itu kita ada persoalan zonasi, saya ingin menghilangkan ini, sedapat mungkin di setiap kecamatan ada sekolah sampai tingkat SMA. Dan sekolah ini harus diberikan fasilitas yang sama dan merata. Dengan cara seperti itu kita sudah bisa mengapus zonasi dan sekolah favorit,” tegasnya.

Baca Juga:  Ayah dan Anak di Bandung Jadi Begal Motor, Berhasil Ditangkap Setelah Gagal Rebut Motor Korban

Untuk kesehatan, Yanuar menegaskan, di tengah pemerintah mewajibkan masyarakat terdaftar di BPJS, sementara di satu sisi tingkat ekonomi masyarakat tidak seluruhnya bisa mendukung untuk kepsertaan BPJS.

Sebaliknya, mengutip Undang-undang, Yanuar menegaskan, negara wajib memberikan layanan dasar masyarakat, yakni kesehatan. Dengan demikian, idealnya, pemerintah tidak mematok tarif berkaitan dengan kesehatan, tapi justru negara yang memberikan kewajibannya kepada masyarakat

“Masalah kesehatan ini ada ketidak terbukaan pemerintah, contohnya BPJS, saya yakin semua masyarakat Subang belum semuanya memiliki BPJS. Setau saya dalam UU itu sudah diatur, negara diwajibkan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kalau menurut saya, maka idealnya fasilitas kesehatan diberikan secara gratis kepada masyarakat bukan bayar,” tandasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com