SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pada tahun 2023, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Purwakarta mencatat dampak serius akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sebanyak 1.756 karyawan dilaporkan kehilangan pekerjaan dalam rentang waktu Januari hingga November 2023.
Kepala Disnakertrans Purwakarta, Didi Garnadi, menyampaikan bahwa sejumlah faktor menjadi penyebab utama PHK tersebut. Beberapa perusahaan mengalami penurunan pembeli, sementara yang lain menghadapi kesulitan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Purwakarta.
“Dari catatan kami, ada 1.756 karyawan yang kehilangan pekerjaan terhitung Januari-November kemarin,” ujar Didi.
Penyebab PHK bervariasi, mulai dari perusahaan yang tidak mampu bersaing di pasar internasional hingga dampak ekonomi global. Selain itu, dampak pandemi COVID-19 juga turut berperan, membuat sektor industri terhuyung-huyung.
Pada tahun 2023, empat perusahaan di Purwakarta dilaporkan gulung tikar atau bangkrut. Keempat perusahaan tersebut adalah PT Eins Trend, PT KYC, PT Alpha Otomotif Part, dan PT Seyang Aktivewear. Dari keempat perusahaan tersebut, PT Eins Trend menjadi yang paling terdampak, dengan PHK sekitar 1.015 karyawan pada Agustus 2023. Pada akhir November, PT Eins Trend resmi berhenti beroperasi.
Didi Garnadi menjelaskan bahwa PT Eins Trend kesulitan mendapatkan pembeli dan tidak mampu memenuhi tuntutan karyawan terkait Upah Minimum Kabupaten (UMK) Purwakarta. Perusahaan ini memberikan gaji sesuai kesepakatan karyawan yang tidak sejalan dengan UMK.
Kondisi terkini di pabrik PT Eins Trend menunjukkan ketidakaktifan dalam produksi. Pabrik yang dulunya menjadi salah satu pabrik garmen terbesar di Purwakarta kini sepi, dengan banyak buruh yang kehilangan pekerjaan.
Menanggapi situasi sulit ini, Didi Garnadi menyampaikan bahwa Disnakertrans Purwakarta telah menyiapkan berbagai program pelatihan untuk membantu para karyawan yang terkena dampak PHK. Program tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan baru kepada para pekerja agar tetap dapat bersaing di pasar kerja.
Kejadian ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi beberapa sektor industri di tengah dinamika pasar global dan dampak pandemi. Disnakertrans Purwakarta bersama pihak terkait berkomitmen untuk memberikan dukungan dan solusi untuk mengatasi konsekuensi dari PHK tersebut, sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja untuk masa depan yang lebih baik.



