Megapolitan

Pecah Rekor! Jasa Marga Catat Volume Kendaraan Mudik Lebaran 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

×

Pecah Rekor! Jasa Marga Catat Volume Kendaraan Mudik Lebaran 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sebarkan artikel ini
Arus Mudik Lebaran 2024
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Musim mudik Lebaran tahun 2026 menorehkan sejarah baru dalam dunia transportasi darat Indonesia. PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara resmi melaporkan adanya lonjakan arus lalu lintas terbesar yang pernah terjadi selama masa angkutan Lebaran di Tanah Air.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa rekor volume kendaraan tersebut tercipta tepat pada puncak arus mudik yang berlangsung pada hari Rabu, 18 Maret 2026.

“Puncak volume lalu lintas mudik yang dilayani oleh Jasa Marga mencapai 270.315 kendaraan, atau naik 98,3 persen terhadap normal dan naik 4,6 persen terhadap puncak mudik Lebaran 2025,” ujar Rivan dalam keterangan tertulisnya seperti yang dikutip dari laman KOMPAS.com, Senin (23/3/2026).

Tingginya angka tersebut merupakan hasil kalkulasi pergerakan kendaraan yang melintasi empat Gerbang Tol (GT) Utama. Keempat gerbang tersebut meliputi GT Cikupa yang menuju arah Barat, GT Ciawi yang mengarah ke Selatan, serta GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama untuk rute ke arah Timur. Lebih lanjut, pergerakan kendaraan menuju jalur strategis Tol Trans Jawa juga mengalami eskalasi yang sangat tajam.

“Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama. Kami juga mencatat rekor tertinggi dalam melayani arus lalu lintas yang menuju Jalan Tol Trans Jawa selama ini, yang mencapai 175.754 kendaraan. Meningkat 6 persen dibandingkan dengan puncak mudik tahun lalu,” kata Rivan menambahkan.

Rekayasa Lalu Lintas Sukses Urai Kepadatan

Meskipun dihadapkan pada volume kendaraan yang luar biasa masif, pihak Jasa Marga memastikan bahwa situasi jalan tol tetap dalam batas kendali. Kesuksesan ini tidak lepas dari penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang presisi di lapangan.

Kepadatan lalu lintas memang sempat terpantau di dua titik krusial, yakni Jalan Layang MBZ serta rute bawah Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi kemacetan total (stag), Jasa Marga bersinergi dengan pihak Kepolisian untuk menerapkan skema contraflow dengan menambah kapasitas dari satu lajur menjadi tiga lajur. Tak hanya itu, sistem jalur satu arah (one way) berskala nasional juga diberlakukan memanjang dari KM 70 hingga KM 414.

“Volume kendaraan yang melintas di kedua ruas tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya,” tutur Rivan.

Berbekal skenario mitigasi yang matang, penumpukan kendaraan tersebut sukses ditangani dalam kurun waktu 1×12 jam. Laporan pada hari Kamis pukul 11.00 WIB menunjukkan bahwa laju rata-rata kendaraan telah berangsur pulih dan kembali pada kecepatan normal.

Antisipasi Arus Balik dan Diskon Tarif Tol

Kini, fokus pengelola jalan tol beralih pada persiapan menyambut arus balik. Jasa Marga mengimbau para pemudik untuk menyusun rencana perjalanan secara bijak, terutama dengan menghindari pergerakan pada masa puncak arus balik yang diperkirakan akan jatuh pada hari Selasa, 24 Maret 2026, atau tepat pada H+3 Lebaran.

Guna memecah konsentrasi kendaraan pada hari puncak tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan langkah insentif berupa pemotongan tarif tol. Diskon tarif ini dapat dinikmati oleh pengendara mulai tanggal 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB dan akan berakhir pada 27 Maret 2026 pukul 00.00 WIB.

Pengguna jalan juga disarankan untuk secara aktif memperbarui informasi kondisi lalu lintas melalui pusat panggilan (call center) di nomor 133 maupun melalui aplikasi Travoy.

“Sebagaimana pada arus mudik, Jasa Marga kembali mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan arus balik untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas agar pengalaman perjalanan selama mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi lebih aman dan nyaman,” kata Rivan menutup keterangannya.