Megapolitan

Pencuri Kabel Grounding Jalur Whoosh Padalarang–Tegalluar Diamankan

×

Pencuri Kabel Grounding Jalur Whoosh Padalarang–Tegalluar Diamankan

Sebarkan artikel ini
Kemenhub blak-blakan soal rencana Brunei membangun kereta cepat hingga Kalimantan, bahkan hingga ke IKN Nusantara. Ilustrasi kereta cepat. (Foto: AFP/TIMUR MATAHARI)

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Seorang pria yang diduga mencuri kabel grounding di jalur kereta cepat Whoosh berhasil diamankan oleh petugas keamanan. Peristiwa tersebut terjadi di KM 114+300, Jalan Tipar Barat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa penangkapan pelaku berawal dari patroli rutin yang dilakukan petugas keamanan Whoosh. Petugas mencurigai gerak-gerik seorang pria yang membawa karung. Setelah diperiksa, karung tersebut ternyata berisi sejumlah kabel grounding yang sebelumnya terpasang di jalur Whoosh.

“Dalam karung yang dibawa pelaku, terdapat 51 potong kabel grounding dengan panjang 35 cm, 3 potong kabel grounding panjang 70 cm, 1 kunci pas, dan 1 pisau cutter,” ungkap Eva dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (16/9/2025).

Eva menegaskan, kabel grounding merupakan bagian vital dari pagar sound barrier yang berfungsi menyalurkan arus petir ke tanah. Pencurian komponen ini dinilai sangat berbahaya karena dapat mengganggu sistem operasi dan keselamatan perjalanan kereta cepat.

“Jika kabel grounding dicuri, bukan hanya merugikan secara material, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan serta keselamatan operasional Whoosh. Bahkan dapat membahayakan orang di sekitar jalur karena risiko sengatan listrik tegangan tinggi,” jelas Eva.

KCIC memastikan pencurian ini tidak memengaruhi jadwal perjalanan Whoosh. “Petugas teknis langsung melakukan perbaikan di lokasi sehingga sistem pengamanan kembali normal dan operasional tetap berjalan sesuai jadwal,” tambahnya.

Kepolisian pun telah menerima laporan dan kini melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. “Betul, pelaku sudah diamankan. Saat ini masih diperiksa terkait modus dan motifnya,” ujar Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga fasilitas publik, terutama yang berkaitan dengan keselamatan transportasi massal seperti kereta cepat Whoosh.