Tak Ada APD, Petugas RSUD Ciereng Subang Dibungkus Jas Hujan

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Dalam situasi wabah virus Corona merebak, banyak rumah sakit yang tidak menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) atau stol terbatas

Salah satunya adalah RSUD Ciereng, Subang. Pegawai Rumah Sakit yang menjadi salah satu RS rujukan pasien Corona ini terpaksa menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang netizen Rika Rachmita Sujatma. Dalam postingannya, Rika menyebutkan, adiknya yang bertugas di RSUD itu terpaksa menggunakan jas hujan karena APD tidak ada.

BERITA LAINNYA:

Darurat Korona, Pemkab Majalengka Kesulitan Dapatkan Perlengkapan Kesehatan

Dinkes Jabar Tunjuk RSUD Ciereng Subang jadi Rujukan Pasien Terindikasi Corona

Negatif, Pasien Suspect Corona di Subang Dipulangkan

Dan inilah postingan lengkap Rika yang ditag ke TINTAHIJAUcom:

Tubuh mereka dibungkus jas hujan, sepatunya dibungkus kantong keresek

Sesudah vicallan, adik saya yang bekerja di RS Ciereng mengirim sejumlah foto yang membuat dada ini sesak. Foto pertama adalah foto dokter spesialis penyakit dalam yang bersiap tugas di ruang isolasi. Tubuhnya dibalut ketat jas hujan warna biru. Lumayan rapat. Foto kedua, seorang dokter jaga di IGD.

Tubuhnya dibalut, lagi- lagi jas hujan. Tapi yang ini transparan. Dulu harganya 11 ribu entah sekarang. Bahannya mirip kantong keresek. Tak rapat masih terbuka dibeberapa bagian. Sepatunya boot plastik untuk kekeceprekan. Ini masih lumayan. Para tenaga medis lainnya malah membungkus sepatu dengan kantong keresek 😭😭😭

Foto ketiga, teman adik saya di sebuah mini market. Lagi ngeteng beli jas hujan. Itu juga susah dapatnya. Jadi mereka harus keliling untuk dapat barang satu atau dua buah.

Kenapa begitu? Karena rumah sakit rujukan pasien Covid-19 ini tidak punya APD sementara pasien terus berdatangan. Ruangan penuh dengan pasien.
Adik saya menceritakan ini sambil terus menangis. Ia bukan tenaga medis tapi bertugas dilayanan administrasi. Jadi ia membantu untuk mencari "APD" untuk teman-temannya. Tadi ia mengantarkan makanan untuk mereka. Tak bisa bertemu langsung. Hanya menyimpan disatu tempat dan nanti diambil lewat kaca.
Dibagian ini, tangis adik saya lebih deras. Setiap kali melihat para pejuang medis itu, Ia merasa seperti itu saat terakhir ia melihat mereka.


Lalu kita? Masihkah mau bersikap masa bodoh dan menganggap semua baik-baik saja? Masih berkeliaran dijalan, supermarket dan nongkrong di restoran atau kafe hanya karena anugrah "libur" 14 hari? Masih tanpa kesadaran bahwa kita mungkin sebagai agen penular tak langsung.
Hanya orang yang tak punya nurani yang masih melakukannya.

Nb.
Adik saya berpesan jika ada yang mau menyumbang ke RS Ciereng untuk mereka jangan berupa uang tapi APD saja.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ratusan Botol Miras Disita di Subang Kota pada Malam Takbiran https://t.co/E7hxdUfJVn
Hari Lebaran, Jumlah Positif Covid-19 di Purwakarta Bertambah 1 Orang https://t.co/cW1BNBZpgD
Sempat Ditolak Bidan, Ibu di Subang ini Lahiran di Jalan Jelang Sholat Idul Fitri https://t.co/eEtp53QKiV
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter