Seorang Warga Gugat Jokowi, yang Dianggap Lalai Tangani Corona



Seorang warga bernama Enggal Pamukty mewakili kelompok UMKM, menggugat Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2020). Hal itu berkaitan dengan penanganan Pemerintah terkait penyebaran virus korona, yang dianggap lalai.

Gugatan class action tersebut didaftarkan ke PN Jakarta Pusat dan terdaftar dengan nomor register PN JKT.PST-042020DGB.

"Kabar itu betul bahwa saya menggugat presiden Jokowi karena kelalaian fatal dalam penanganan teror virus COVID-19. China sejak awal berani menutup kota Wuhan dan sekaligus propinsi Hubei yang berpenduduk 54 juta untuk memerangi teror virus Covid-19 tanpa memikirkan kerugian ekonomi.

BACA JUGA:
Dianggap Tak Punya Kontribusi Tangani Corona, Stafsus Millenial Jokowi Dikritik
SPPD DPRD Subang Akan Dialihkan untuk Tangani Corona
14 Hari Berlalu, Subang Nihil Pasien Positif Corona
Kabar Gembira! 9 dari 15 Pasien PDP di Majalengka Dinyatakan Sembuh


Bagi pemerintah Tiongkok nyawa rakyatnya jauh lebih berharga daripada investasi. Ini yang tidak kita lihat pada kebijakan Jokowi. Mementingkan investasi pariwisata di saat wabah dahsyat Covid-19 bukan hanya melecehkan akal sehat tapi juga mendatangkan malapetaka besar. Kita jadi olok-olok dunia Internasional di saat negara2 lain justru menutup negaranya dari turis" ujar Enggal, usai mendaftarkan class action.

Seperti diketahui teror virus COVID-19 menjadi isu nomor wahid di seluruh dunia, kedahsyatannya digadang-gadang sebagai wabah terbesar dalam sejarah modern umat manusia. Bermula dari kota Wuhan di propinsi Hubei, China, kini sudah menyebar hampir di 200 negara dengan jumlah per hari ini lebih dari setengah juta kasus dengan memakan korban jiwa 20 ribu hanya dalam tempo 3 bulan. COVID-19 juga telah membuat ekonomi banyak negara terpuruk termasuk Amerika Serikat selaku negara adidaya. Ancaman resesi sudah makin mendekat dan sulit dihindari.

"Kalau saja pemerintah pusat sejak awal serius menangani teror COVID-19 ini, tentu saya dan kawan-kawan pedagang eceran dan UMKM lainnya masih bisa mencari nafkah sehari-hari. Ini kan jadi bikin kami kehilangan pendapatan sementara pemerintah belum juga kasih solusi bantuan seperti apa. Saya kecewa melihat awal-awal teror COVID-19 lihat menteri di tv masih bisa becanda-canda. Sekarang kalau sudah begini pendapatan kami menurun sangat drastis dan pemerintah belum memberikan solusi atas nasib kami selanjutnya?!" papar Enggal,

"Saya tidak akan pernah mundur karena mulai dari para dokter, perawat, ojol, taksol, pedagang2 kaki lima, dll, mereka semua me: ndukung saya menggugat Jokowi karena mereka pun terancam periuk nasinya. Jadi sampai titik darah penghabisan kita akan tuntut pemerintah untuk bertanggungjawab atas kerugian kami semua.

Sumber: Pantau

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ratusan Botol Miras Disita di Subang Kota pada Malam Takbiran https://t.co/E7hxdUfJVn
Hari Lebaran, Jumlah Positif Covid-19 di Purwakarta Bertambah 1 Orang https://t.co/cW1BNBZpgD
Sempat Ditolak Bidan, Ibu di Subang ini Lahiran di Jalan Jelang Sholat Idul Fitri https://t.co/eEtp53QKiV
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter