Persib Bandung Love Arema FC Bersatu Lawan Musuh Dunia


Pemain Arema FC Dendi Santoso dijaga ketat pemain Persib Bandung Esteban Viscarra pada pekan kedua Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu (08/03/2020) sore.(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)

Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Tanah Air ketika striker andalan Persib Bandung, Wander Luiz, menjadi atlet profesional pertama di Indonesia yang terjangkit virus corona atau Covid-19.

Satu per satu dukungan mengalir menghampiri Wander Luiz maupun Persib, tak terkecuali rival mereka, Arema FC. Ya, rivalitas Arema FC dengan Persib Bandung bukan rahasia lagi.

BACA JUGA:
Satu Pemain Persib Bandung Positif Corona
Robert Alberts Blak-blakan Soal Pertandingan Persib Lawan Arema FC
Ada Syarat Berat Bagi Persib Jika Ingin Gunakan GBLA

Baik di dalam maupun luar lapangan, selalu kental terasa rivalitas kedua tim. Namun, kali ini situasi berbeda. Rivalitas tak ada bandingannya dengan sebuah nyawa.

Wander Luiz sedang berjuang melawan musuh baru, virus paling berbahaya di dunia saat ini. Tentu, kemanusiaan di atas segalanya, termasuk sebuah rivalitas dua tim.

Arema FC, melalui akun Instagram resminya membuat unggahan berisi dukungan untuk penyerang Persib yang pernah menjebol gawangnya, Wander Luiz.

"Saling mendoakan dan menguatkan itu penting," tulis akun resmi Arema FC.

"Kamu kuat," tulisnya lagi dan tidak lupa menyebutkan akun Wander Luiz dan Persib Bandung.

Dalam unggahan itu juga terpampang sosok pemain Brasil tersebut, dengan tulisan "Umak Kuat Wander Luiz". Kata 'umak' berarti 'kamu'. Istilah tersebut diambil dari Basa Walikan (bahasa kebalikan) yang akrab dipakai oleh masyarakat Malang Raya. Sebagai contoh lain, kata 'saya' menjadi 'ayas', 'sehat' menjadi 'tahes', dan sebagainya. Dari unggahan tersebut, Persib Bandung juga merespons positif.

Klub berjuluk Maung Bandung itu memberikan tiga emoticon love (cinta) berwarna biru, warna identitas Persib maupun Arema FC. Hal ini mengingatkan gelaran Shopee Liga 1 2020 pekan kedua, 8 Maret. Saat itu, Persib bertamu ke markas Singo Edan, julukan Arema FC, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Meski Arema kalah 1-2 dari Persib, suporter Aremania tetap sportif dan menjaga keselamatan pemain Maung Bandung.

Nyaris tak ada cemoohan atau chant rasis yang dilontarkan Aremania kepada Persib saat itu. Toh pun ada, Aremania lainnya akan langsung geram dan memberikan tanda agar chant rasis maupun lemparan botol disudahi.

Merebaknya virus corona di Indonesia sudah barang wajib menjadi musuh baru. Tak ada rivalitas, semua kawan untuk mengalahkan musuh baru itu.

Sumber: Kompas | Foto: Suci Rahayu/Kompas

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


Twitter Update

Gubernur Jabar: New Normal Dimulai 1 Juni 2020 https://t.co/HMNSAQ6WHM
Ini Panduan New Normal Bagi PNS yang Mulai Berlaku 29 Mei Besok https://t.co/fxNoasKmrF
Dalam Dua Hari, Dua PDP Meninggal Dunia di RSUD Cideres Majalengka https://t.co/PuiRfrosv5
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter