Ingin Mudik, Pemuda Asal Majalengka Ini Sempat Ditolak Masuk Rumah



Maksud hati ingin melepas rasa kangen bertemu keluarga di Kabupaten Majalengka, namun perantau remaja ini justru sempat ditolak kedua orangtuanya yang khawatir membawa virus Corona atau Covid-19.

Saat tiba di rumah, seorang remaja berusia 23 tahun tersebut, oleh kedua orangtuanya tidak diperbolehkan masuk karena ia baru saja pulang bekerja dari Jakarta.

Remaja yang dilarang masuk oleh kedua orangtuanya tersebut merupakan warga Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Sehari-harinya ia bekerja sebagai pedagang kreditan di Jakarta.

BACA JUGA:
Dr. Naek L Tobing Wafat, IDI Pastikan Positif Corona
Dampak Corona, THR dan Gaji ke-13 PNS Terancam Tak Cair
Gelar TFG, Polres Majalengka Antisipasi Kondisi Terburuk Dampak Corona
Sempat Kosong, Ruang Isolasi RSUD Cideres Majalengka Kembali Diisi 2 PDP
Hasil Rapid Test, Adik Pelaut di Majalengka Dinyatakan Negatif COVID-19


Padahal saat pulang ia tidak merasakan gejala apapun atau dalam keadaan sehat. Saat itu, sekitar pukul 23.00 WIB ia berdiri di depan rumah. Tetapi dilarang masuk rumah oleh kedua orangtuanya. Di dalam rumah, tinggal kedua orangtua bersama sang kakak.

"Saat saya mengetuk pintu rumah, ibu keluar dan malahan kaget melihat saya datang. Bahkan, pintu ditutupin lagi, sambil ibu berkata jangan masuk dulu, khawatir tertular Corona," katanya.

Namun, kata dia, setelah ia menjelaskan bahwa sebelumnya dirinya telah diperiksa oleh pihak puskemas dan dirinya dalam keadaan sehat. Akhirnya, orangtuanya pun mengijinkan masuk ke dalam rumah tersebut.

"Keesokan harinya, saya didatangi oleh aparat desa, katanya dilakukan pendataaan bagi perantau yang baru saja mudik, terutama datang dari zona merah. Saya pun diminta untuk mengisolasi diri mandiri di rumah, selama 14 hari," jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya Bupati Majalengka, mengimbau warganya untuk jangan pulang kampung. Langkah tersebut, guna mencegah penyebaran virus Corona.

Pemkab Majalengka, telah mengimbau agar warganya yang perantau untuk tidak pulang kampung. Imbauan ini ternyata efektif, tapi faktanya belum dihiraukan oleh sebagian pihak. Sang orangtua taat imbauan, sang anak mengabaikan.

Sumber: TimesIndonesia | Foto: Tugu Majalengka (Inin Nastain/Sindo News)

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ratusan Botol Miras Disita di Subang Kota pada Malam Takbiran https://t.co/E7hxdUfJVn
Hari Lebaran, Jumlah Positif Covid-19 di Purwakarta Bertambah 1 Orang https://t.co/cW1BNBZpgD
Sempat Ditolak Bidan, Ibu di Subang ini Lahiran di Jalan Jelang Sholat Idul Fitri https://t.co/eEtp53QKiV
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter