FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Menuju New Normal, Pusat Perbelanjaan di Majalengka Dipantau Ketat

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Kabupaten Majalengka menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal. Namun demikian, aktivitas masyarakat dan ekonomi harus ada batasan secara terukur

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan bahwa langkah pemerintah kabupaten Majalengka mengkombinasikan New Normal Adaptasi Kebiasaan Baru dengan PSBB yang terukur. Meskipun saat ini Majalengka masuk dalam Zona Biru, namun kombinasi antara new Normal dan PSBB ini dianggap pilihan tepat di tengah mewabahnya corona.

"Kita akan berlakukan secara terukur. Kalau tidak akan terjadi penyebaran virus secara transmisi lokal, kemarin ada salah satu warga dari Rajagaluh yang positif terpapar Covid-19" kata Bupati Majalengka itu.

BACA JUGA: Zona Biru, Majalengka Kombinasikan PSBB dan AKB dalam Penerapan New Normal

Dalam prakteknya nanti, Kombinasi PSBB New Normal ini adalah pembatasan masih tetap berlanjut namun terukur. Dia mencontohkan, tempat wisata untuk sementara jangan dulu beroperasi

Sementara pusat perbelanjaan seperti minimarket dan supermarket boleh beraktivitas tapi tetap dibatasi. Untuk sekolah masih tetap diliburkan, sementara ASN diperbolehkan masuk kantor

Demikian halnya industri, diperbolehkan beropetasi dengan mentaati standar aturan protokol dan tidak ada jam lembur, tempat makan atau cafe diperbolehkan untuk buka, masjid di perbolehkan dibuka dengan menerapkan Protokol Kesehatan.

Sehari Penerapan New Normal, Supir Bus di Majalengka Terkonfirmasi Positif Covid-19
Sementara itu Kepolisian dan TNI terus memantau sejumlah aktifitas pusat perekonomian, sarana sosial, dan tempat lainnya yang ada di Majalengka guna memastikan pengelola dan pengunjung mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Sel

Hal itu dilakukan terkait penerapan PSBB yang dipadukan dengan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) , sekaligus melakukan sosialisasi terhadap pengunjung dan pengelola.

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Bismo Teguh Prakoso disertai Kabag Ops  Kompol Manapin Pardede mengatakan, Kepolisian dan TNI dikerahkan secara maksimal ke lapangan untuk memantau fasilitas-fasilitas umum yang banyak dikunjungi masyarakat.

Sekaligus untuk memastikan kesiapan fasilitas pendukung pelaksanaan AKB, seperti tersedianya tempat cuci tangah dengan sabun pembersih dan hand sanitizer. Dan, untuk pusat perbelanjaan yang pengunjungnya banyak, fasiltas tersebut harus lebih dari satu.

Selain itu pengukur suhu tubuh juga harus tersedia bersama dengan operatornya yang ada di setiap pintu masuk, juga batas antrian harus dibuat maksimal agar tidak terjadi kontak langsung antara pembelanja.  

"Sarana pendukung seperti tempat cuci tangan dan batas untuk mengantre di sejumlah lokasi harus benar-benar dijaga. Kami akan terus memantau pelaksanananya dengan menempatkan sejumlah personil menjaga kemungkinan adanya pengunjung yang kurang disiplin," kata Kabag Ops Kompol Manapin Pardede

Untuk pasar tradisional, para pedagang dan pengunjung terus diberikan imbauan agar mereka juga menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, terlebih di pasar tradisional yang rentan bersentuhan.

Pengelola pasar juga harus menyediakan air pencuci tangan, sabun dengan cukup, dan tersedia di tempat terbuka yang mudah dijangkau pembelanja.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Makanan Ini Dipercaya Bisa Tingkatkan Kejantanan Pria https://t.co/m4TgNIbjtV
Anggota DPRD Muda dari PAN Kritik Tajam Postur Belanja RAPBD Perubahan Pemkab Subang https://t.co/ZR7lYVdcah
Pemkab Purwakarta Pastikan Pemenuhan Kebutuhan Pangan di Tengah Pandemi https://t.co/nFdtS6ka49
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter