FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

BPN Subang Targetkan Tahun ini 6.503 Bidang Miliki Sertifikat Redistribusi Tanah



SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Subang menargetkan sebanyak 6.503 Bidang Miliki Sertifikat Redistribusi Tanah.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor ATR/BPN Subang Kabupaten Subang Joko Susanto A.Ptnh saat Penyerahan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria Tahun 2021 di Rumah Dinas Bupati, Rabu (22/9/2021

Joko Susanto A.Ptnh, memaparkan pelaksanaan sertifikasi redistribusi tanah di Kabupaten Subang dari tahun 2007 hingga 2020 sebanyak 23.530 bidang dengan luas sekitar 8.299, 8739 Hektar dan penerima 19.870 Kepala Keluarga.

Sedangkan pada tahun 2021 Kabupaten Subang memperoleh target Sertifikat redistribusi tanah sebanyak 6.503 bidang, dari target tersebut sampai dengan tanggal 21 September 2021 telah terbit sertifikat tanah sebanyak 2.908 bidang dan 2.092 bidang dalam proses terbit sertifikat atau sekitar 77% dari target.

"Dengan penyerahan sertifikat tanah redistribusi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan, mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah serta memperbaiki akses masyarakat kepada sumber ekonomi," kata Joko


BERITA LAINNYA:
BPN Majalengka Klaim Target Sertifikat Redistribusi 1000 Bidang Sudah Tercapai
BPN Subang Serahkan 215 Sertifikat PTSL di Patokbeusi Subang
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil: Sertifikat Tanah Bisa untuk Ajukan Pinjaman Bank

Bupati Ruhimat mengungkapkan apresiasinya kepada kantor pertanahan Kabupaten Subang beserta jajaran serta tim Gugus Tugas Reform Agraria Subang atas hasil sertifikasi tanah redistribusi yang kini di bagikan kepada masyarakat Subang.

"Alhamdulillah sertifikat tanah dapat dibagikan kepada masyarakat dan menjadi yang terbanyak di Jawa Barat, saya apresiasi dan ucapkan terima kasih sebesar-besarnya" ujar Kang Jimat.

Bupati berpesan kepada masyarat penerima sertifikat tanah redistribusi untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak mengalihkan tanahnya ke pihak lain, gunakan secara produktif demi kesejahteraan keluarga.

"Nitip jangan dijual, semoga bisa bermanfaat buat bapak ibu sekalian dan mampu meningkatkan tingkat ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Saya juga kepada para warga penerima sertifikat tanah untuk mengajak tetangga serta keluarganya mengikuti program vaksinasi," kata Bupati

Kegiatan redistribusi tanah merupakan program reforma agraria di Kabupaten Subang berupa objek redistribusi yang berasal dari tanah her redistribusi yaitu tanah yang pernah diredistribusi tetapi belum didaftarkan sedangkan penggunaan tanahnya masih berupa lahan pertanian dan non pertanian sesuai dengan Perpres Nomor 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

Lewat virtual, Presiden RI Ir. Joko Widodo menyampaikan bahwa konflik agraria yang selalu berulang kali terjadi menjadi perhatian serius bagi pemerintahannya. Jokowi menilai banyak konflik yang berlangsung lama dan tidak selesai yang menjadi tantangan para petani dan juga pemerintah untuk diselesaikan.

Untuk itu, katanya, butuh upaya mengurai konflik agraria memberikan kepastian hukum atas tanah yang berkeadilan. Selain itu Presiden pun mengingatkan pemerintah berkomitmen penuh untuk memberantas mafia-mafia tanah dan berpesan agar jangan sampai ada aparat hukum yang membekingi mafia tanah.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Libur Nataru, Polres Majalengka Siapkan Gelar Operasi Antik Lodaya https://t.co/LpH1KKtzgQ
HUT Korpri, Pemkab Subang Anugrahi Karya Satya Lencana untuk 9 Pejabat https://t.co/qqzCyLpRxd
Sering Banjir, Warga Sukasari Minta Pemerintah Normalisasi Sungai https://t.co/y5HiIBLocO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter