JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Menanggapi keraguan publik dan opini netizen yang berkembang di media sosial, Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi tegas mengenai bukti visual dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Polisi memastikan bahwa foto wajah dua eksekutor yang dirilis ke publik adalah data otentik dari rekaman kamera pengawas, bukan hasil manipulasi teknologi digital yang selama ini dicurigai masyarakat.
Penegasan Keaslian Foto (Bukan AI)
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, menekankan bahwa gambar tersebut diambil langsung dari rangkaian CCTV di sepanjang jalur pelarian pelaku. Berikut poin-poin utamanya:
- Bukan Hasil Rekayasa: Polisi menjamin tidak ada perubahan atau pengolahan data pada foto yang dirilis.
- Identitas Pelaku: Dua eksekutor telah teridentifikasi dengan inisial BHC dan MAK.
- Transparansi Bukti: Keaslian gambar ini diklaim dapat dipertanggungjawabkan secara hukum sebagai bukti murni dari lapangan.
Pernyataan Langsung Kepolisian
“Ini hasil dari pengambilan gambar terhadap CCTV yang sudah kami peroleh. Kami tekankan kepada rekan-rekan sekalian, ini sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan sehingga kami dapat pertanggungjawabkan bahwa ini bukan hasil artificial intelligence,” ujar Kombes Iman Imannudin di Mapolda Metro Jaya (18/3/2026).
“Kami sampaikan bahwa ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui oleh para pelaku sehingga bukan hasil artificial intelligence,” tambahnya.
Perkembangan Kasus
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa 15 orang saksi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jumlah pelaku diduga tidak hanya berhenti pada dua eksekutor tersebut.
“Saat ini kami menduga dapat kami informasikan bahwa dua orang yang tadi kami tunjukkan tersebut dari satu Data Polri ini satu inisial BHC, dua inisial MAK. Namun demikian dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat,” pungkas Iman.
Kejadian yang menimpa Andrie Yunus pada Kamis malam (12/3) di Jakarta Pusat ini terus menjadi sorotan tajam, dan kepolisian berupaya meyakinkan masyarakat bahwa proses hukum berjalan transparan tanpa adanya rekayasa teknologi.