SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Polres Subang mengungkap motif di balik pembunuhan sadis yang menewaskan Hengky Rumba. Pelaku berinisial NW (33) tega menghabisi nyawa korban karena diliputi rasa sakit hati usai terlibat cekcok melalui sambungan telepon.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengatakan, peristiwa bermula saat korban yang baru pulang dari Klaten, Jawa Tengah, meminta dijemput pelaku di Gerbang Tol Kalijati.
“Permintaan itu sempat ditolak karena hujan deras. Korban kemudian memarahi pelaku melalui telepon dengan nada tinggi, sehingga membuat pelaku tersinggung dan emosi,” ujar AKBP Dony saat konferensi pers, Senin (12/1/2026).
Meski demikian, pelaku akhirnya berangkat menjemput korban menggunakan sepeda motor. Namun di tengah perjalanan, korban kembali menghubungi pelaku dan kembali memarahinya.
Dalam kondisi emosi memuncak, pelaku memutuskan berbalik arah ke rumah untuk mengambil sebilah golok, lalu kembali menuju lokasi penjemputan korban.
Setelah bertemu, cekcok kembali terjadi. Setibanya di lokasi kejadian, pelaku berpura-pura berhenti dengan alasan hendak buang air kecil.
“Saat korban lengah, pelaku menyerang dari arah belakang dan membacok kepala korban secara berulang hingga meninggal dunia,” jelas Kapolres.
Usai melakukan aksinya, pelaku menyeret jasad korban ke area perkebunan untuk menghilangkan jejak sebelum melarikan diri.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sepeda motor milik pelaku dan korban, pakaian yang digunakan saat kejadian, serta ponsel pelaku. Sementara golok, ponsel korban, dan tas korban masih dalam pencarian.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 458 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Kapolres menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Subang.





