Raffi Ahmad Akhirnya Buka Suara Terkait Tudingan TPPU yang Ditujukan pada Dirinya

Presenter Raffi Ahmad (kanan) bersama pengacara Hotman Paris (tengah) dan Roofi Ardian dalam konferensi pers klarifikasi tudingan kasus pencucian uang di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2024).(KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUS)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Artis Raffi Ahmad angkat bicara terkait tuduhan yang dilontarkan oleh Ketua Nasional Corruption Watch (NWC), Hanifah Sutirisna, yang menuduhnya melakukan pencucian uang atau money laundering.

Raffi Ahmad menyatakan bahwa tuduhan mengenai keterlibatannya dalam money laundering telah merusak reputasinya sebagai figur publik. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dugaan pencucian uang yang dialamatkan padanya juga mengaitkan nama-nama seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, dan Kaesang Pangarep.

“Sebelumnya, saya tidak pernah memberikan klarifikasi, tetapi masalah ini sangat mempengaruhi kredibilitas saya. Tuduhan tentang pencucian uang, bahkan dituduh terlibat dengan uang negara, serta dikaitkan dengan nama anak presiden,” ungkap Raffi kepada wartawan dikutip dari laman prokalteng.jawapos.com, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga:  Jaga Keutuhan NKRI, BaleAmin Akan Kawal Proses Pemilu Dari Potensi Perusak Demokrasi

“Ia juga menyebutkan bahwa ada tuduhan saya terlibat dalam bisnis judi online dan tempat perjudian kasino yang terkait dengan Rafael Alun. Seiring berjalannya waktu, saya merasa perlu memberikan klarifikasi karena hal ini menyangkut kredibilitas saya,” tambahnya.

Ketua Umum Nasional Corruption Watch (NCW) sebelumnya menyatakan bahwa Raffi Ahmad akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Laporan tersebut didasarkan pada dugaan kepemilikan rekening kantong samar oleh Raffi Ahmad.

Hanifah menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan adanya ratusan rekening yang dimiliki oleh Raffi Ahmad. Ia mengklaim bahwa rekening kantong samar tersebut digunakan untuk mengelola dana-dana yang diduga berasal dari aktivitas ilegal, bahkan dari pihak yang telah menjadi terdakwa dalam kasus korupsi.

Baca Juga:  Bupati Subang Usulkan UMK 2024 Naik 12.33 Persen

Terungkap bahwa terdakwa korupsi yang dimaksud adalah mantan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rafael Alun Trisambodo.

“Kami masih dalam proses penyelidikan agar tidak terjerat rumor atau fitnah dari pihak kami,” jelas Hanifah kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (2/2/2024).

Hanifah menambahkan bahwa setelah penyelidikan dilakukan, pihaknya berencana untuk membuat laporan resmi kepada KPK agar kasus ini dapat ditindaklanjuti lebih lanjut oleh lembaga antirasuah tersebut.

“Kami berencana untuk melaporkannya, semoga semua data dan fakta yang kami kumpulkan dapat segera diproses dengan baik,” tutup Hanifah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com