FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

Inilah Alasannya Kenapa Pria Menyukai Payudara Wanita



Payudara perempuan memiliki daya tarik yang sangat menggoda di mata sebagian pria. Ilmuwan sejauh ini masih belum bisa menjelaskan secara pasti mengapa ada perasaan terikat atau fiksasi pria terhadap payudara perempuan. Semua baru sebatas teori dan studi.

Secara biologis, obsesi pria pada payudara ini cukup aneh. Manusia adalah satu-satunya mamalia yang pejantannya, dalam hal ini pria, terpesona oleh payudara dalam konteks seksual, menurut laporan The HuffPost.

BACA JUGA:
Hei Ladies, Konsumsi Makanan dan Minuman Ini Jika Ingin Miliki Payudara Besar
Tips Agar Payudara Tetap Indah Setelah Melahirkan
Benarkah Bentuk dan Ukuran Payudara Berubah Karena Menyusui?
Hai Ladies, Kenali Penyebab yang Bikin Payudaramu Nyeri
Kenali Gejala Kanker Payudara Sejak Dini

Sementara perempuan adalah satu-satunya mamalia betina yang payudaranya membesar saat pubertas, di luar masa kehamilan. Manusia juga menjadi satu-satunya spesies yang prianya membelai, memijat, dan bahkan secara oral merangsang payudara perempuan selama foreplay dan berhubungan seks.

Lantas, apa yang membuat payudara perempuan memikat di mata pria?

Antrolog Owen Lovejoy pernah berpendapat, evolusi telah menempatkan organ reproduksi perempuan dan pria untuk menarik pasangan. Dalam hipotesisnya, evolusi juga berlaku pada payudara perempuan menjadi tanda unik seksual.

Sementara perempuan adalah satu-satunya mamalia betina yang payudaranya membesar saat pubertas, di luar masa kehamilan. Manusia juga menjadi satu-satunya spesies yang prianya membelai, memijat, dan bahkan secara oral merangsang payudara perempuan selama foreplay dan berhubungan seks.

Lantas, apa yang membuat payudara perempuan memikat di mata pria?
Antrolog Owen Lovejoy pernah berpendapat, evolusi telah menempatkan organ reproduksi perempuan dan pria untuk menarik pasangan. Dalam hipotesisnya, evolusi juga berlaku pada payudara perempuan menjadi tanda unik seksual.

Kemudian studi di jurnal Proceedings of the Royal Society B yang terbit pada 2004 menemukan, perempuan dengan payudara besar memiliki kadar hormon estradiol mid-cycle lebih tinggi. Hormon tersebut diketahui dapat meningkatkan kesuburan seseorang.

Payudara dalam budaya

Walau banyak teori dan riset, semua itu masih perdebatan. Apalagi masih belum diketahui secara pasti apakah payudara dipuja secara universal oleh pria.

Dalam sebuah studi yang meneliti 191 kebudayaan pada 1951, antropolog Clellan Ford dan ahli etologi Frank Beach melaporkan bahwa hanya 13 dari ratusan kebudayaan tersebut yang menganggap payudara penting secara seksual bagi pria.

Sebanyak 13 kebudayaan pernah melakukan stimulasi pada payudara saat melakukan hubungan seks. Tetapi hanya tiga kebudayaan di antaranya yang menganggap payudara memiliki daya tarik seksual.

Dalam pandangan budaya, pria secara biologis tidak begitu tertarik pada payudara. Tetapi, para pria dapat dilatih sejak usia dini untuk menganggap payudara adalah suatu hal yang erotis.

"Manusia dapat belajar untuk melihat payudara sebagai daya tarik seksual. Kita dapat belajar untuk menyukai payudara yang panjang menjuntai atau payudara yang bulat, tegak. Kita dapat belajar untuk menyukai payudara besar," tulis antropolog Katherine Dettwyler dalam buku berjudul 'Breastfeeding: Biocultural Perspectives', seperti dikutip Live Science.

Dari menyusui bayi hingga kepuasan seksual

Tugas utama payudara perempuan adalah untuk memberi makan anaknya. Hal ini membuat para peneliti menduga bahwa ketertarikan seksual pada payudara telah membajak sirkuit saraf menyusui dan menggunakannya untuk tujuan lain.

Larry Young, profesor ilmu penyakit jiwa di Emory University menduga, evolusi manusia telah memanfaatkan sirkuit saraf yang aslinya berkembang untuk memperkuat hubungan antara ibu-bayi saat menyusui. Namun sirkuit saraf itu kini digunakan untuk memperkuat hubungan antarpasangan. Hasilnya, para pria jadi berkelakuan seperti bayi, menyukai payudara.

Ketika puting susu terstimulasi saat menyusui, neurokimia oksitosin atau "obat cinta" akan membanjiri otak wanita alias si ibu, membantunya fokus perhatian dan kasih sayang pada bayinya. Namun, riset beberapa tahun lalu menunjukkan, sirkuit itu kini tidak lagi eksklusif bagi bayi saja.

Sejumlah riset baru menemukan, stimulasi puting susu meningkatkan rangsangan seksual pada sebagian besar perempuan. Hal itu juga mengaktivasi area otak yang sama saat vagina dan klitoris distimulasi.

Ketika pasangan seksual menyentuh atau merangsang payudara perempuan, Young menjelaskan hal tersebut memicu pelepasan oksitosin di otak wanita, sama saat sedang menyusui. Tetapi dalam konteks ini, oksitosin membuat wanita memusatkan perhatiannya pada pasangan seksualnya, menguatkan keinginan untuk berhubungan dengan pasangannya.

Dengan kata lain, pria dapat menjadikan diri mereka lebih menarik dengan melakukan stimulasi pada payudara perempuan. Dan evolusi secara tidak langsung telah membuat pria ingin melakukan hal tersebut.

Teori itu telah dijelaskan Young dalam bukunya berjudul "The Chemistry Between Us". Ketertarikan pria pada payudara perempuan disebutnya sebagai hasil dari evolusi dan telah terjadi ketika pria memasuki masa pubertas.

Berdasarkan teori tadi, evolusi diduga punya peran dalam membuat pria menyukai payudara perempuan secara seksual. Namun dugaan itu sedikit berbeda dengan riset yang dilakukan antropolog Ford dan Beach pada 1951 lalu, yang sebut hanya ada tiga kebudayaan, dari 191 kebudayaan di dunia, yang prianya menilai payudara memiliki daya tarik seksual.

Untuk menguatkan hipotesis tersebut, para peneliti masih membutuhkan studi yang lebih mendalam dengan bukti kuat. Young, yang juga berteori evolusi secara tidak langsung ikut berperan, pun mengaku belum melakukan riset yang cukup untuk mempelajari stimulasi payudara saat melakukan hubungan seksual dalam beberapa kebudayaan yang berbeda.

Kondisi ini menjadikan teori yang mengatakan evolusi telah membuat pria memiliki ketertarikan pada payudara perempuan masih tanda tanya dan dapat diperdebatkan. Kita hanya bisa menunggu penelitian lanjutan yang bisa menjelaskan mengapa pria menyukai payudara perempuan masih dapat diperdebatkan.

Sumber: kumparan | Foto: ilustrasi

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pemkab Purwakarta Bantu Kepulangan TKW yang Mendapatkan Kekerasan di Arab https://t.co/MZKCID7bcP
Inilah Do'a Agar Terindar dari Marabahaya https://t.co/kpz639W9wx
Update Covid-19 Karawang, Tambah 3 Orang, 1 Meninggal di Purworejo https://t.co/Zf5uMdNo8s
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter