FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Satgas Covid-19 Jabar: Vaksin Covid Aman dan Halal

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad memastikan vaksin COVID-19 merupakan vaksin yang aman, berkhasiat, bermutu dan halal.

Daud mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). BPOM menyatakan efikasi vaksin Sinovac 65,3 persen.

"Efikasi adalah risiko terpapar penyakit lebih rendah pada 65,3 persen orang yang divaksin. Izin edar sementara juga mempertimbangkan data keamanan data keamanan efikasi dari negara lain," kata Daud


BERITA LAINNYA:
Sudah Vaksinasi, Satgas Covid-19 Jabar: Jangan Abai Terapkan Protokol Kesehatan
Vaksinasi untuk Nakes di Subang Akhir Bulan Ini, Lalu Kapan untuk Warga?
2.120 Nakes Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Purwakarta


bahkan, tegasnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa vaksin COVID-19 halal dan suci. Oleh karena itu, Daud mengimbau masyarakat untuk tidak takut dan menolak divaksin COVID-19.

Apalagi, uji klinis fase III vaksin COVID-19 dari Sinovac yang dilakukan di Bandung sejak Agustus 2020 memperlihatkan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin.

"Uji klinis bertujuan untuk mengevaluasi keamanan, khasiat dan mutu vaksin COVID-19. Hasil dari rangkaian uji klinis ini adalah dikeluarkannya izin penggunaan daruat atau EUA dari BPOM berdasarkan laporan interim tiga bulan. Sementara itu pemantauan uji klinis fase III masih akan berlanjut hingga enam bulan sampai bulan Mei 2021," katanya.  

"Data keamanan vaksin di Indonesia menunjukkan hasil yang baik. Gejala yang muncul setelah vaksin adalah nyeri pada tempat suntikan dan nyeri otot. Tak perlu khawatir karena gejala yang muncul setelah vaksinasi mayoritas seluruhnya gejala ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Bahkan setelah vaksinasi dilakukan dapat kembali beraktivitas dengan normal," tambahnya

Jabar mendapat alokasi 97.080 dosis vaksin Sinovac dari total 1,2 juta dosis yang disiapkan pemerintah pusat di Tahap I Termin I Januari 2021.

Rinciannya, Kota Bandung mendapat 25.000 vial, Kota Bekasi 14.060 vial, Kota Bogor 9.160 vial, Kota Depok 11.140 vial, Kota Cimahi 3.880 vial, Kab. Bandung Barat 3.960 vial, dan Kab. Bandung 7.560 vial. Sebanyak 22.320 vial sisanya disimpan di gudang provinsi. Sesuai arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, target sasaran utama yakni SDM Kesehatan di fasyankes.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

PKB Kabupaten Subang Gelar Muscab Hari Ini https://t.co/2d6VHRDx9p
Jabar Tuan Rumah Pocari Sweat Run Indonesia 2021, Gubernur Ingatkan Prokes https://t.co/qJENB8jg23
Hari ini, 107 Warga Subang Terkonfirmasi Covid-19. Ini Datanya https://t.co/t825M04uda
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter