FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pawai Alegoris 67 Subang jadi Daya Tarik Warga Asing

TINJAU SUBANG- Pawai alegoris dalam rangka hari jadi ke-67 Kabupaten Subang mendapat perhatian dari publik mancanegara. Sejumlah WNA tampak menikmati pawai yang menyuguhkan potensi dari semua Kecamatan di Subang.

Tidak hanya menyaksikan satu demi satu peserta pawai alegoris, di antara mereka sibuk mengabadikan momen pesta rakyat yang digelar setahun sekali tersebut.

Pawai alegoris ini menghadirkan semua kecamatan dan instansi pemerintah. Tidak hanya itu, lembaga pendidikan, ormas dan lainnya larut dalam pawai alegoris tersebut. Mereka mengusung potensi masing-masing daerah, menunjukan prestasi dan kegiatan lainnya.

Terpantau di lapangan, mobil dari masing-masing perwakilan kecamatan dihias menyerupai buah nanas, ikan, kapal nelayan, perkebunan, Gapura dan lainnya. Di bagian lain, mobil hias itu mengangkut potensi dari masing-masing kecamatan.

Mereka menyusuri jalan Otista, dari Benpas dan finish di perempatan shinta. Di depan kampus STIES, ada panggung kehormatan yang ditempati Bupati dan Wakil Bupati serta pejabat Muspida lainnya. Di titik ini, semua peserta memberi hormat dan dinilai.

Sempat terjadi insiden kecil di depan panggung kehormatan. Mobil peserta pawai yang membawa komoditi buah, seperti nanas dan rmabutan dijarah warga. Beruntung, petugas yang berjaga langsung sigap menormalkan suasana.

Selama pawai alegoris, jalur Otista steril dari pengguna jalan. Akibatnya sejumlah ruas jalan, seperti Jl. Pejuang 45, Panglejar, Palabuan, Jl. DI Panjaitan terjadi kemacetan dan antrian kendaraan.

Bupati Subang Ojang Sohandi mengatakan, pawai alegoris ini menjadi satu momen untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara dan menjadi momentum untuk mengenalkan potensi yang dimiliki daerah-daerah di Kabupaten Subang.

Ia juga menyatakan pawai alegoris ini menjadi alat dan media komunikasi, silaturhami dan informasi. "Dengan pawai alegoris ini bisa menyamapiakn informasi ke masyarakat terkait potensi yang dimiliki oleh kita. Mari kita lanjutkan dan tingkatkan kembalo potensi yang ada di semua daerah," jelasnya.

Pada pawai alegoris ini, imbuh Bupati, mengangkat tema komodit buah khas Subang, yakni Nanas. Ia meminta, potensi Nanas ini terus dilestasrikan dan diperkuat potensinya, baik melalui buah nanas itu sendiri, maupun dipatenkan dalam karya batik. Sebab, Nanas ini sudah diekspor ke sejumlah negara.

Di bidang wisata dan budaya, output dari pawai alegoris ini mampu menjadi magnet bagi wisawatan, baik dari luar daerah maupun luar negeri. "Ketika ada orang luar yang datang, saya berharap dia menyampaikan ke warga di negaranya, dan kembali datang ke sini," tandasnya. [annas nashrullah l @JejakAnnas]

 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Contoh Pertanyaan Interview Saat Melamar Kerja dan Tips Menjawabnya https://t.co/gZrvtmHzeZ
Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Majalengka 27 November, Cek Lokasinya di Sini https://t.co/e8tCEjiQoy
Melonjak Lagi, Kasus Covid-19 di Majalengka Tambah 23 Orang https://t.co/1TtO0FpIYR
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter