FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

KPA dan Lapas Subang Kerjasama dalam Penanggulangan HIV/AIDS

TINJAU SUBANG- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Subang menjalin kerjasama dalam penanganan HIV/AIDS bagi warga binaan.

Pengelola Program KPA Kab.Subang Nurbayanti memaparkan kerjasama antara dua lembaga itu terjalin sejak 2013. Namun kegiatan rutin yang digelar setiap bulan baru dilakukan pada 2015 ini. Nurbayanti mengatakan kerjasama itu dalam rangka pemberian informasi tentang HIV AIDS, konseling dan tes HIV secara sukarela bagi warga binaan.

"Warga binaan yang sudah mendapatkan informasi HIV AIDS secara komprehensif sejak Januari sampai September 2015 berjumlah 250 (dua ratus lima puluh) orang. Berdasarkan hasil konseling pratest, sekitar 25% termasuk penyalahguna napza, 10% pernah menggunakan jarum tato yang tidak diketahui steril atau tidaknya, 40 % berperilaku seks berisiko (bergonta ganti pasangan seks dengan orang yang tidak diketahui status HIV nya tanpa menggunakan kondom)," kata Nurbayanti dalam rilis yang diterima TINTAHIJAU.com.

Dari hasil pemeriksaan selama lima bulan (Januari–April 2015) kata Nurbayanti terdeteksi dua orang warga binaan dengan hasil HIV positif. Terhadap du orang tersebut, kata Nurbayanti, sudah dilakukan konseling pasca tes oleh tim medis di klinik Lapas.

"Untuk selanjutnya dilakukan pengobatan terapi anti retroviral melalui bagian CST (Care Support and Treatment) RSUD Subang," imbuhnya.

Kerjasama ini merupakan salah satu upaya Pemerintah melalui KPA dalam mengimplementasikan Pasal 16 Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Subang. Meskipun berada dalam tahanan, jelas Nurbayanti, hak warga binaan memperoleh informasi dan layanan kesehatan terutama bagi mereka yang sudah terdeteksi HIV positif harus tetap diberikan.

Di bagian lain, kegiatan yang sudah dilakukan KPA Subang dengan Lapas antara lain pemberian informasi HIV dan AIDS melalui kegiatan fokus grup diskusi maupun permainan ular tangga, kegiatan pendidik sebaya bagi warga binaan, pemeriksaan dan tes HIV secara sukarela. Subjeknya adalah warga binaan baru, terutama pindahan dari Lapas Kab/Kota lain.

Selain itu mereka dapat menyampaikan informasi tersebut kepada teman sebayanya yang lain, lebih jauh dapat mengurangi perilaku berisiko.

Dalam penanggulangan AIDS peran Lembaga Pemasyarakatan sangat penting. Hal ini kata dia, jika ada salah seorang terinfeksi HIV dan menular ke yang lainnya, maka akan berdampak pada keuangan yang ditimbulkan untuk biaya perawatan penderita.

"Hal yang paling efektif untuk pencegahan adalah bila warga binaan saling mengingatkan, saling memampukan sehingga bisa terhindar dari perilaku yang berisiko tertular maupun menularkan HIV dan AIDS

Bila ada warga binaan yang sudah terinfeksi HIV dan AIDS maka perawatan berbasis pendidik sebaya merupakan cara efektif untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi, dukungan warga binaan sangat efektif untuk memulihkan kesehatan," bebernya.

 

Follo twitter @tintahijaucom

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bikin Nasi Gurih Komplit untuk Sahur, Hanya Gunakan Rice Cooker https://t.co/DIS5NUlxVo
Wow!, Smartphone Lenovo Legion Duel 2 Hadir dengan Dua Kipas Pendingin https://t.co/hOm5zSamuL
65 Orang Warga Kampung Narkoba Berhasil Ditangkap, Punya Kode Jika Polisi Datang https://t.co/Qu1mhiwBHz
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter