FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Hatong, Alarm dari Jaman Inggris sampai Petanda Buka Puasa di Subang

TINJAU SUBANG- Setiap daerah memiliki petanda khas untuk menadakan waktu Maghrib telah tiba. Di Subang Kota, untuk menandakan adzan Maghrib ditandai dengan suara bel listrik raksasa atau biasa disebut hatong.

Menurut cerita dulu, Hatong ini merupakan warisan jaman Inggris saat masuk ke Kabupaten Subang. Adalah Aming Tasmin (66) warga Panglejar 4 Kelurahan Karanganyar, Subang yang mengalami masa-masa Hatong digunakan jaman Inggris.

Aming menceritakan, sekitar tahun 1949, saudagar Inggris menguasai ekonomi Subang di semua lini, dari mulai perkebunan sampai pada pabrik pengolahan karet. Mereka memanfaatkan tenaga pribumi sebagai pekerja.

Keberadaan hatong, yang berada di belakang kantor pemerintahan Subang (saat ini) merupakan alarm yang menandakan pekerja masuk, istirahat dan keluar. Sementara lokasi pengolahan karet berada di daerah atelir.

"Kalau hatong sudah bunyi, jalanan langsung sepi. Semua orang kerja.jam 07.00 WIB masuk kerja, jam 11.00 istirahat, dan jam 14.00 mereka pulang," kata Aming yang pada saat itu masih duduk di bangku SD

Namun dalam perjalanannya, bangsa Inggris ini meninggalkan Subang. Keberadaan Hatong dimanfaatkan oleh TNI AD yang pada saat itu markasnya berada di Gedung DPPKAD (sekarang). Pada saat itu sekitar 1961-an, kata Aming, Hatong dimanfaatkan Kodim untuk alarm terjadinya kebakaran, adzan Shubuh dan tanda darurat.

Memasuki tahun 1970-an, oleh Kodim Hatong ini diserahkan ke Pemkab, yang pada saat bersamaan, Kodim menempati markas baru di Jl. Mayjen Soetoyo (saat ini). "Nah sekarang ini hatong dipakai untuk petanda maghrib dan imsak, kalau bulan puasa. Karena jangkauan suaranya lumayan jauh, bisa sampai Cibogo," imbuhnya.

Di era kekinian, Hatong menjadi satu-satunya petanda Maghrib yang dianggap paling shahih. Hampir, semua masjid di Subang Kota "berkiblat" ke hatong untuk memastikan waktu Maghrib pada saat bulan Ramadan.

Pada saat menanti adzan Maghrib atau ngabuburit, saat hatong berbunyi, jalanan Subang Kota sesaat sepi dari pengguna jalan. Ratusan warga yang semula ngabuburit di jalanan, buru-buru masuk rumah atau ke tempat kuliner beberapa saat menjelang hatong berbunyi.

"Kalau hatong sudah bunyi, artinya sudah masuk waktu Maghrib. Jadi beberapa menit sebelum bunyi, kita sudah carter menu untuk berbuka puasa," kata Asep bersama teman komunitasnya saat buka puasa bersama di salah satu tempat kuliner.

Demikian halnya pada saat Imsak. Sebagian besar masjid di Subang Kota, memastikan masuk imsak, setelah terdengar suara hatong. Jadi, jika Anda baru pertama kali mampir di Subang dan terdengar bel besar saat sore hari, jangan kaget. Itu artinya adzan Maghrib telah tiba. Selamat berbuka puasa...

 

 

follow twitter @tintahijaucom l like Page FB Berita Tintahijau

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Nama Ayus, Nisa Sabyan dan Dayana 'Terseret' Pada Demo TPA di Subang https://t.co/PSAXPX2Y9b
Sempat 0 Penambahan, Kasus Covid-19 di Subang Melesat Lagi https://t.co/wNXmHWJCVE
Nama Ayus, Nissa Sabyan dan Dayana 'Terseret' Pada Demo TPA di Subang https://t.co/PSAXPX2Y9b
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter