SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Bencana banjir kembali melanda wilayah Pantura Kabupaten Subang. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Jumat (23/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026) menyebabkan sungai meluap dan merendam ribuan rumah warga di Kecamatan Ciasem dan Kecamatan Pamanukan.
Banjir dipicu meningkatnya debit air sungai yang diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Cijengkol di kawasan Perumahan Griya Texpia, Desa Ciasem Tengah. Air dengan cepat menggenangi permukiman warga, jalan lingkungan, serta fasilitas umum di sejumlah desa.
Di Kecamatan Ciasem, banjir merendam beberapa wilayah dengan dampak paling luas. Di Desa Ciasem Hilir, tercatat sebanyak 990 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 sentimeter. Sementara di Desa Ciasem Tengah, 545 KK atau 1.632 jiwa terdampak, dengan ketinggian air mencapai 0,5 hingga 1,5 meter.
Genangan juga terjadi di Desa Pinangsari dengan 16 KK terdampak dan ketinggian air 10–30 sentimeter, Desa Dukuh dengan 564 KK terdampak serta area genangan sekitar 200 hektare dan ketinggian air 10–50 sentimeter, serta Desa Ciasem Baru dengan 18 KK terdampak dan ketinggian air 10–15 sentimeter.
Sementara itu, di Kecamatan Pamanukan, banjir melanda Desa Mulyasari. Sebanyak 232 rumah warga dilaporkan terendam dengan ketinggian air berkisar 40 hingga 60 sentimeter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang bersama Polres Subang, TNI, Tagana, serta Dinas Kesehatan Subang langsung melakukan evakuasi warga terdampak dan mendirikan posko bencana di wilayah Ciasem. Bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dapur umum mulai disiagakan untuk memenuhi kebutuhan korban banjir.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Cijengkol, Kalensma, dan Cigadung, untuk tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dan potensi banjir susulan masih dapat terjadi.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita turut turun langsung meninjau lokasi banjir di Kecamatan Ciasem, Sabtu (24/1/2026), didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang dan Camat Ciasem.
Bupati yang akrab disapa Kang Rey menegaskan bahwa penanganan darurat difokuskan pada keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan dan kebutuhan dasar warga, mulai dari makanan hingga obat-obatan dan layanan kesehatan. Pemerintah daerah sudah menyiapkan dan akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait,” ujarnya.
Kang Rey menjelaskan, banjir terjadi di beberapa titik strategis di wilayah Pantura Subang.
“Di Blanakan lebih banyak berdampak pada lahan pertanian, di Pamanukan genangannya tidak terlalu parah. Yang paling berat memang di Ciasem karena tanggul jebol,” jelasnya.





