Megapolitan

Ribuan Warga Majalengka Mulai Terdampak Kekeringan

×

Ribuan Warga Majalengka Mulai Terdampak Kekeringan

Sebarkan artikel ini

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com – Seiring masuknya musim kemarau, Krisis air bersih kini mulai melanda Kabupaten Majalengka. BPBD Kabupaten Majalengka menyebut hingga bulan Agustus berdasarkan data, petugas telah mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih.

“Kami akhir-akhir ini telah mendistribusikan air bersih kepada desa-desa yang mengalami kekurangan air bersih. Memang di Kabupaten Majalengka ini hampir sekitar dua Minggu lebih tidak terjadi hujan maka sumur-sumur warga sekarang dalam keadaan kering,” kata Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Majalengka, Rezza Permana.

Sehingga kata Rezza, banyak masyarakat melalui Kepala Desa, Camat meminta kepada BPBD untuk mendistribusikan air bersih.

“Alhamdulillah kami dibantu oleh PMI dan PDAM. Sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Rezza menjelaskan berdasarkan data, terdapat ribuan jiwa dan KK terdampak kekeringan sehingga krisis air bersih, dan masih mengancam satu kecamatan yang juga terdapat ribuan jiwa.

“Warga yang telah terdampak krisis air bersih tercatat 4.396 jiwa atau 1.207 KK yang melanda kecamatan Panyingkiran, Kadipaten, dan Jatitujuh. Sementara telah mengancam 1.500 jiwa atau 500 KK yaitu di kecamatan Bantarujeg, sehingga total pendistribusian air sebanyak 55.000 liter

Sementara, Kepala Markas PMI Majalengka M. Elan Dahlan secara rinci juga menginformasikan bahwa PMI telah mendistribusikan air bersih selama Agustus ke dua kecamatan yaitu Kadipaten dan Jatitujuh sebanyak 35.000 liter.

“Kita telah mendistribusikan air bersih ke Desa Heuleut Kecamatan Kadipaten sebanyak 3x (8/8/2023), ke Desa Cipaku kecamatan Kadipaten 1x (10/8/2023), Desa Jatitujuh Kecamatan Jatitujuh 3x (15/8/2023), Desa Cipaku kecamatan Kadipaten 1x (16/8/2023), Desa Jatitujuh Kecamatan Jatitujuh 1x (18/8/2023),” papar Elan

Menurut Elan, untuk 2 kecamatan tersebut PMI Majakengka telah mendistribusikan air bersih sebanyak 35.000 liter untuk 1.102 KK atau 2.747 jiwa