INDRAMAYU, TINTAHIJAU.com — Sepanjang tahun 2025, warga di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu berulang kali dibuat resah oleh kemunculan berbagai jenis hewan di lingkungan permukiman. Peristiwa tersebut terjadi dari pagi hingga dini hari, kerap muncul di lokasi tak terduga, dan memicu kepanikan warga.
Hewan-hewan itu dilaporkan terlihat di atap rumah, gang sempit, hingga menyelinap ke dalam rumah saat kondisi masih gelap. Jenis satwa yang muncul pun beragam, mulai dari monyet peliharaan yang lepas dari kandang, ular sanca berukuran besar, hingga ular berbisa seperti kobra.
Dalam sejumlah kejadian, warga sempat mencoba mengamankan hewan-hewan tersebut secara mandiri. Namun, karena khawatir membahayakan keselamatan, mereka akhirnya meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu. Sepanjang 2025, Damkar Indramayu pun kerap turun ke lapangan menangani laporan nonkebakaran, termasuk evakuasi satwa.
Salah satu peristiwa terjadi di Desa Pekandangan Jaya. Seekor monyet peliharaan milik warga bernama Panji Irawan lepas dari kandang setelah mengamuk. Pemilik khawatir hewan tersebut dapat melukai warga sekitar dan segera melapor ke Damkar.
Danru 2 Damkar Indramayu, Retno Hendriyanto, menjelaskan monyet tersebut diduga sedang dalam masa berahi sehingga menjadi agresif dan berhasil keluar dari kandangnya. Petugas yang tiba di lokasi mendapati monyet berada di atas atap bangunan. Evakuasi dilakukan dengan menunggu momen yang tepat hingga hewan turun, lalu diamankan menggunakan jaring.
Peristiwa menegangkan lainnya terjadi di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang. Seekor ular sanca kembang sepanjang sekitar empat meter muncul di gang permukiman warga pada dini hari dan hampir masuk ke salah satu rumah. Ular itu pertama kali terlihat oleh seorang pedagang buah mangga saat hendak menaruh keranjang dagangannya.
Danru 3 Pos Unit Jatibarang Damkar Indramayu, Yogie Arief, mengatakan warga sempat mencoba menangkap ular tersebut, namun gagal. Ular kemudian bersembunyi di balik tumpukan batu. Laporan diterima Damkar sekitar pukul 00.10 WIB. Proses evakuasi berlangsung lebih dari satu jam karena posisi ular sulit dijangkau. Ular akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 01.35 WIB dan dibawa ke Mako Damkar Pos Unit Jatibarang. Petugas menduga ular berasal dari sungai yang lokasinya tidak jauh dari permukiman.
Ancaman satwa liar juga terjadi menjelang akhir tahun. Seekor ular kobra menyelinap ke rumah warga di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, dan bersembunyi di balik lemari ruang tamu. Keberadaan ular berbisa itu pertama kali diketahui oleh pemilik rumah, Nuryeni, saat pagi buta.
Danru 2 Pos Damkar Patrol, Tofan Hadiansah, mengatakan petugas menerima laporan dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.20 WIB. Dengan peralatan khusus, petugas menyisir ruangan secara perlahan dan penuh kehati-hatian. Sekitar 30 menit kemudian, ular kobra berhasil ditangkap dan diamankan.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi potret lain tugas Damkar Indramayu sepanjang 2025. Laporan yang masuk tidak selalu berkaitan dengan kebakaran, tetapi juga persoalan kemunculan satwa di lingkungan warga. Dalam setiap penanganan, petugas dituntut bergerak cepat dan waspada, menghadapi risiko bukan hanya dari api, tetapi juga gigitan, lilitan, hingga serangan satwa berbisa.





