Megapolitan

Si Jago Merah Mengamuk di Wanaherang, Pabrik Terpal Ludes Terbakar

×

Si Jago Merah Mengamuk di Wanaherang, Pabrik Terpal Ludes Terbakar

Sebarkan artikel ini
Kebakaran pabrik di Bogor (Foto: Andry Haryanto/detikJabar).

BOGOR, TINTAHIJAU.com – Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik plastik yang memproduksi terpal di kawasan Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Minggu (29/3/2024) sore. Hingga berita ini diturunkan pada malam hari, kobaran api dilaporkan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan insiden tersebut sekitar pukul 15.30 WIB. Tak lama setelah laporan masuk, sejumlah armada pemadam langsung dikerahkan ke lokasi yang berada di sekitar Jalan Jampang, dekat Setu Wanaherang.

“Petugas segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat,” ujar Yudi dalam keterangannya, Minggu malam.

Menurut pantauan di lapangan, api dengan cepat membesar lantaran banyaknya material plastik dan bahan mudah terbakar di dalam pabrik. Meskipun hujan sempat mengguyur wilayah tersebut, derasnya air hujan tidak mampu meredam amuk si jago merah yang terus menjalar ke berbagai sudut bangunan.

Hingga pukul 19.25 WIB, kepulan asap hitam pekat masih membumbung tinggi ke langit. Api masih terlihat berkobar hebat, terutama di area gudang penyimpanan barang jadi. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai sektor telah diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api.

Petugas di lapangan kini tengah bekerja keras melakukan penyekatan guna memutus jalur penyebaran api. Langkah ini dilakukan agar kebakaran tidak merembet ke area pemukiman warga yang berada di sekitar lingkungan pabrik.

Terkait dampak insiden ini, pihak berwenang menyatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka yang cukup besar mengingat luasnya area yang terdampak dan banyaknya stok barang jadi yang ludes terbakar.

Hingga berita ini naik cetak, petugas dari berbagai sektor, termasuk tim pertama dari Sektor Gunung Putri, masih berjibaku di lokasi kejadian untuk memastikan api benar-benar padam dan melakukan proses pendinginan.