JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan segera memasuki fase operasional penuh dan diproyeksikan menjadi jalur cepat baru yang memangkas signifikan waktu tempuh Jakarta–Bandung. Tol ini digadang-gadang mampu membuat perjalanan antarkota tersebut ditempuh kurang dari satu jam.
Tol strategis nasional sepanjang sekitar 62 kilometer ini membentang dari Tol Lingkar Luar Jakarta di Jati Asih, Bekasi, hingga terhubung dengan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta. Kehadirannya dirancang sebagai alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di Tol Jakarta–Cikampek eksisting sekaligus memperkuat konektivitas wilayah selatan Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, progres pembangunan Japek II Selatan menunjukkan kemajuan pesat. Sejumlah ruas mendekati tahap akhir, khususnya segmen Bojongmangu–Sadang yang progres konstruksinya telah melampaui 90 persen. Adapun beberapa ruas lain masih dalam tahap percepatan pembebasan lahan dan penyelesaian fisik.
Secara keseluruhan, tol ini dirancang memiliki tujuh gerbang tol, yakni Jati Asih, Bantar Gebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, dan Sadang. Jalur tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menekan biaya logistik, terutama bagi kawasan industri di Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta.
Dengan nilai investasi mencapai Rp14,69 triliun dan masa konsesi 35 tahun, Japek II Selatan diproyeksikan memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung hingga sekitar 45 menit dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer per jam. Sejumlah ruas tol ini sebelumnya telah difungsikan secara terbatas pada periode Lebaran 2025.
Menjelang Idulfitri 2026, PT Jasa Marga Tbk memastikan Japek II Selatan kembali dibuka secara fungsional tanpa tarif. Ruas yang akan dioperasikan membentang dari Gerbang Tol Sadang hingga Gerbang Tol Setu dengan panjang sekitar 54,75 kilometer, lebih panjang dibandingkan pengoperasian fungsional tahun sebelumnya.
Seperti yang dilansir dari laman CNBC Indonesia, Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyebut pengoperasian fungsional tahun ini diperluas agar pengguna jalan tidak lagi melintasi kawasan industri seperti sebelumnya. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk penerangan permanen, juga akan dilengkapi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna.
Jasa Marga menilai keberadaan Japek II Selatan akan berperan penting mengurai kepadatan di titik rawan seperti KM 66 Tol Jakarta–Cikampek saat puncak arus mudik dan balik. Selain menjadi solusi sementara pada Lebaran 2026, tol ini diharapkan menjadi fondasi utama bagi operasional penuh Japek II Selatan ke depan.
BPJT menegaskan pembangunan tol ini bertujuan memperkuat jalur alternatif menuju dan dari Jawa Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan industri, permukiman, dan pariwisata di sepanjang koridor selatan Jawa Barat.
Sumber: CNBC Indonesia





