Siskaeee Cabut Gugatan Praperadilan, Siapkan Gugatan Baru Terkait Penangkapan Paksa

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Tersangka kasus film porno, Candra Novita Sari alias Siskaeee, mengambil langkah mengejutkan dengan mencabut gugatan praperadilan yang sebelumnya diajukannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Pada sidang gugatan praperadilan yang digelar pada Senin (29/1/2024), Siskaeee memutuskan untuk mencabut gugatan tersebut, meskipun dengan catatan akan mengajukan gugatan praperadilan yang baru dengan poin penangkapan paksa di PN Jaksel.

Dikutip dari laman KOMPAS.tv, Selasa (30/1/2024) Tim kuasa hukum Siskaeee, yang dipimpin oleh Tofan Agung Ginting, mengungkapkan bahwa keputusan untuk mencabut gugatan terlebih dahulu merupakan langkah strategis. Mereka berencana untuk mengajukan gugatan baru setelah memasukkan poin-poin terkait penangkapan paksa, yang sebelumnya belum termasuk dalam gugatan sebelumnya.

Baca Juga:  Kemunculan Dokter Gadungan, IDI Angkat Bicara Tentang Pentingnya Kredensialing

“Kami mencabut dulu, nanti kami akan masukkan lagi (gugatan praperadilan) dengan memasukkan materi penahanan tersebut dalam berkas perkara,” ujar Tofan Agung Ginting.

Alasan utama di balik pencabutan gugatan praperadilan ini adalah karena klien mereka, Siskaeee, telah ditahan di Mapolda Metro Jaya. Dalam gugatan sebelumnya, tim kuasa hukumnya belum mengikutsertakan materi penahanan ini.

Meskipun belum ada kepastian mengenai waktu pengajuan gugatan praperadilan yang baru, Tofan menyatakan bahwa mereka akan segera menyusun surat permohonan pencabutan gugatan sebelum mengajukan gugatan baru ke PN Jaksel.

Baca Juga:  Dua Anggota Polisi Terlibat Aksi Kejahatan Pencurian dengan Kekerasan

Dalam konteks ini, Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto, mengonfirmasi bahwa hakim belum menerima surat pencabutan gugatan praperadilan yang diajukan sebelumnya oleh Siskaeee.

Sementara itu, dalam kasus ini, Polda Metro Jaya tidak menahan sepuluh tersangka lainnya, namun mereka dikenai wajib lapor. Sedangkan Siskaeee ditahan selama 20 hari berdasarkan Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Langkah-langkah hukum yang diambil oleh Siskaeee dan tim kuasa hukumnya menunjukkan bahwa proses hukum dalam kasus ini masih akan berlanjut, dengan fokus pada upaya hukum yang lebih komprehensif terkait penangkapan dan penahanan.

Sumber: KOMPAS.tv

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com