SUBANG, TINTAHIJAU.com — STIE Sutaatmadja (STIESA) kembali membuka pendaftaran sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi mahasiswa sebagai upaya memperkuat daya saing lulusan di tengah persaingan global. Program ini merupakan bagian dari National Certified Competency Program (NCCP), salah satu program unggulan kampus yang mengusung semangat Beyond Local Campus.
Manajemen STIESA menilai, ijazah sarjana tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan dunia kerja sat ini. Lulusan dinilai perlu dibekali sertifikasi kompetensi agar mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Program NCCP secara resmi dibuka oleh Pembantu Ketua I STIE Sutaatmadja, Dr. Gugyh Susandy, SE, M.Si., CDMS. Ia menyampaikan bahwa sertifikasi BNSP menjadi pintu masuk strategis bagi mahasiswa untuk terhubung langsung dengan dunia industri.
Menurutnya, mahasiswa yang telah tersertifikasi memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dalam talent pool, mengikuti program mengajar di kampus, hingga memperoleh akses magang dan kerja sama dengan berbagai perusahaan.
Melalui mekanisme talent pool, STIESA berperan sebagai penghubung antara lulusan bersertifikat dan kebutuhan industri. Program ini ditargetkan mampu meningkatkan serapan lulusan serta memberikan manfaat konkret bagi dunia usaha.
Dalam pelaksanaan NCCP, STIESA menawarkan tiga skema sertifikasi BNSP, yakni Certified Associate Accounting Technician (CAAT/AAT), Certified Digital Marketer (CDM), dan Certified Risk Associate (CRA).
Sertifikasi Digital Marketing menjadi salah satu yang paling diminati mahasiswa, seiring perannya yang strategis dalam menunjang keberhasilan bisnis. Sementara itu, sertifikasi Manajemen Risiko (CRA) dinilai penting karena hampir seluruh sektor usaha membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengelola risiko secara sistematis.
Khusus pada skema CRA, peserta diharapkan memiliki kemampuan analisis untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko guna meminimalkan potensi kerugian perusahaan.
Melalui program sertifikasi BNSP ini, STIE Sutaatmadja menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkontribusi secara profesional dengan kompetensi yang telah terstandar secara nasional.





