Stok Kain Kafan di Gaza Semakin Menipis dan Bangsal Jenazah Terlalu Penuh

asad warga sipil Palestina korban pengeboman Israel di Gaza. Kain kafan pembungkus jenazah dilaporkan mulai menipis di Gaza, Senin (23/10/2023). Sementara, rumah sakit juga mengatakan tidak ada lagi tempat di bangsal jenazah untuk jenazah yang ada dan jenazah yang mungkin akan masuk akibat serangan udara Israel. (Sumber: AP Photo)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Situasi yang sedang terjadi di Gaza pada tanggal 23 Oktober 2023 sangat mengkhawatirkan. Kain kafan untuk pemakaman jenazah semakin menipis, sementara rumah sakit di wilayah tersebut menghadapi keterbatasan yang serius.

Rumah Sakit Abu Youssef Al-Najjar di Rafah telah mencatat 61 kematian sejak Senin pagi, yang disebabkan oleh serangan udara intensif di selatan Jalur Gaza.

Juru bicara rumah sakit, Talaat Barghout, melaporkan bahwa tidak ada cukup tempat di bangsal jenazah untuk menampung semua jenazah yang datang, dan juga ada kekurangan kain kafan yang dibutuhkan dalam tradisi pemakaman Islam. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat pentingnya memberikan pemakaman yang layak bagi yang meninggal.

Selain itu, rumah sakit juga menghadapi kekurangan unit perawatan intensif, fasilitas untuk merawat luka bakar, dan bahkan bahan bakar yang diperlukan untuk menjalankan operasionalnya.

Situasi ini sangat mengancam nyawa bayi prematur yang memerlukan perawatan khusus. Dr. Hatem Edhair dari Rumah Sakit Nasser di Khan Younis mengungkapkan bahwa jika bahan bakar habis, separuh dari bayi-bayi ini bisa meninggal dalam waktu kurang dari 24 jam.

Dokter yang merawat bayi prematur di seluruh Gaza memperingatkan bahwa setidaknya 130 bayi berada dalam “resiko serius” di enam unit neonatal akibat semakin memburuknya kekurangan bahan bakar.

Kekurangan bahan bakar ini disebabkan oleh blokade Israel terhadap Gaza, yang dimulai setelah serangan udara yang dilancarkan oleh kelompok militan Hamas pada 7 Oktober.

Akibat dari konflik ini, banyak warga Palestina telah tewas dan terluka, termasuk anak-anak. Serangan Israel terus berlanjut dengan dampak yang tragis bagi penduduk Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sedikitnya 5.087 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober, termasuk 2.055 anak-anak. Selain itu, ada 15.273 warga Palestina lainnya yang luka-luka.

Situasi semakin memburuk, dengan Kementerian melaporkan 436 warga Palestina tewas dalam serangan Israel hanya dalam 24 jam terakhir, termasuk 182 anak-anak. Kebanyakan korban terdapat di selatan Gaza.

Serangan Israel ke Gaza pada malam hari dan awal Senin telah membunuh setidaknya 70 orang, menurut pejabat-pejabat Hamas. Militer Israel mengklaim telah melancarkan serangan ke sekitar 320 target di enklave Palestina tersebut dalam waktu 24 jam.

Kantor media pemerintah yang dikuasai oleh Hamas di Gaza yang terkepung mengatakan dalam pernyataan bahwa “lebih dari 60 orang syahid dalam serangan Israel” selama malam hari, termasuk 17 orang yang tewas dalam satu serangan yang menghantam sebuah rumah di Jabaliya, di utara Gaza.

Setidaknya 10 orang lainnya tewas dalam serangan baru pada pagi Senin, sehingga jumlah total kematian sejak malam Minggu menjadi setidaknya 70. Situasi ini memerlukan perhatian dan bantuan mendesak untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza.