SUMEDANG, TINTAHIJAU.com — Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan ambisinya sebagai daerah pelopor kota cerdas nasional dengan meresmikan penggunaan smart pole atau tiang pintar, Rabu (7/1). Infrastruktur digital terpadu ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dengan beragam teknologi terintegrasi dalam satu tiang.
Peresmian dilakukan oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Halaman Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang. Acara tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, unsur Forkopimda, serta jajaran PT Alita Praya Mitra selaku mitra pengembang.
Bupati Dony menyebut smart pole bukan sekadar fasilitas penerangan jalan, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kualitas layanan publik berbasis data. “Dalam satu tiang, terintegrasi berbagai teknologi dengan fungsi yang sangat lengkap. Ini bukan proyek kosmetik, tetapi bagian dari sistem pengelolaan kota modern,” ujarnya.
Smart pole dilengkapi drone patroli otomatis dengan jangkauan hingga satu kilometer yang beroperasi empat kali sehari. Drone tersebut berfungsi memantau potensi gangguan keamanan, kebakaran, hingga ancaman bencana. Selain itu, terpasang pula CCTV, papan reklame digital, sensor kualitas udara, charging station kendaraan listrik, penerangan jalan pintar, hingga sistem pengeras suara publik.
Seluruh perangkat terhubung langsung dengan Command Center Kabupaten Sumedang serta layanan darurat 112, sehingga memungkinkan respons cepat berbasis data secara real time. Menurut Dony, proyek ini merupakan hasil kerja sama Pemkab Sumedang dengan PT Alita Praya Mitra dan akan dikembangkan secara bertahap untuk ditempatkan di seluruh kecamatan.
“Smart pole menjadi fondasi pengambilan kebijakan berbasis data. Ini memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan mempercepat digitalisasi layanan publik,” katanya.
Dengan peresmian ini, Sumedang kembali memposisikan diri sebagai laboratorium inovasi tata kelola pemerintahan digital sekaligus mempertahankan klaim sebagai daerah terdepan dalam implementasi smart city di Indonesia.
Direktur Utama PT Alita Praya Mitra, Joseph Lumban Gaol, menilai penerapan smart pole sebagai langkah transformasional menuju ekosistem kota digital yang matang. “Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol sinergi antara teknologi dan kepemimpinan daerah. Manfaatnya lintas sektor—pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan efektivitas smart pole sangat bergantung pada kolaborasi empat pilar pembangunan, yakni pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.





