JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menilai polemik mengenai ijazah dan skripsi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai hal yang tidak perlu diperdebatkan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih fokus membahas isu-isu penting yang berdampak langsung pada masa depan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Luhut saat menghadiri acara International Conference on Infrastructure (ICI) yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, pada Kamis (12/6/2025). Dalam kesempatan itu, Luhut menegaskan bahwa perdebatan soal keaslian ijazah dan skripsi Jokowi justru menguras energi bangsa dan tidak membawa manfaat.
“Kita ini jangan sakit jiwa semua, kita bicara yang penting mengenai keadaan dunia ini, ada di Amerika yang juga kita harus cermati dengan baik, juga dengan Cina melihat apa dampaknya pada Indonesia,” ujar Luhut.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak saling memprovokasi dengan menyebarkan isu-isu yang tidak substansial. Menurutnya, energi bangsa seharusnya diarahkan untuk membangun dan menghadapi tantangan global, bukan terjebak pada perdebatan yang tidak produktif.
“Jadi kita semua kompak, apa sih yang mesti disuarakan, apa masalahnya buat Indonesia, jadi jangan kita membuat berita-berita yang memprovokasi diri kita sendiri, menghabiskan energi kita sendiri,” lanjutnya.
Luhut juga mengutip pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang mengingatkan agar Indonesia tidak menjadi alat dari kepentingan negara atau pihak luar yang ingin memecah belah bangsa.
“Seperti Presiden Prabowo katakan tadi, kita jangan ada proxy dari negara-negara atau orang-orang luar yang membentur-benturkan kita,” tambahnya.
Sebagai informasi, polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) masih terus bergulir, meskipun pihak kampus dan Bareskrim Polri telah memberikan klarifikasi. Tidak hanya itu, isu tersebut kini turut merembet ke skripsi Jokowi.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa dirinya siap menghadapi segala tudingan dan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
“Tak ladeni,” ujar Jokowi singkat seperti yang dikutip dari laman KOMPAS.tv
Luhut berharap masyarakat tidak lagi terjebak dalam perdebatan yang tidak berdampak nyata, dan mulai fokus pada agenda besar demi kemajuan Indonesia di tengah dinamika global.





