Megapolitan

Update Longsor Cisarua, DVI Pastikan 53 Korban Berhasil Diidentifikasi

×

Update Longsor Cisarua, DVI Pastikan 53 Korban Berhasil Diidentifikasi

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban bencana longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026). Total 55 kantong jenazah korban longsor di Cisarua, Bandung Barat berhasil dievakuasi hingga Kamis (29/1/2026). (Sumber: ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Proses penanganan korban bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Sabtu (31/1/2026) sore, Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah memastikan identitas puluhan korban yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan terakhir hingga pukul 17.00 WIB, sebanyak 53 jenazah telah berhasil diidentifikasi dari total 54 kantong jenazah yang telah diperiksa oleh tim DVI.

“Dari hasil kerja tim DVI sampai sore ini, 53 korban sudah teridentifikasi dari 54 body pack yang masuk dalam proses pemeriksaan,” ujar Ade saat memberikan keterangan pers.

Meski demikian, proses identifikasi belum sepenuhnya rampung. Ade menyampaikan masih ada 16 kantong jenazah lainnya yang kini tengah menjalani tahapan identifikasi lanjutan oleh tim DVI.

Di sisi lain, operasi pencarian dan evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan pada hari yang sama juga membuahkan hasil. Sebanyak 10 kantong jenazah kembali ditemukan di lima titik pencarian atau worksite yang telah ditentukan.

Rinciannya, dua kantong jenazah ditemukan di worksite A1, empat kantong di worksite A2, satu kantong di worksite A3, satu kantong di worksite B1, serta dua kantong jenazah di worksite B2.

Dengan tambahan temuan tersebut, jumlah total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga Sabtu (31/1/2026) pukul 16.55 WIB mencapai 70 body pack.

Namun demikian, upaya pencarian masih terus berlanjut lantaran tercatat sebanyak 10 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Ade menegaskan, operasi SAR ke depan akan tetap dilaksanakan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi di lapangan, perubahan kondisi alam, serta faktor keselamatan seluruh personel yang terlibat.

“Kami berkomitmen melanjutkan pencarian secara terukur dan aman, dengan harapan seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan,” pungkasnya.