“Itu cita-cita kita yang akan kita perjuangkan. Kita mampu mengelola kekayaan itu dan kekayaan kita akan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak segelintir orang saja,” tegas Prabowo.
Ke depan, Prabowo juga ingin melihat anak Indonesia mendapat pendidikan yang baik, asupan gizi yang memadai dengan menyiapkan makan siang di sekolah dan pesantren.
Pada kesempatan itu KDM pun menyampaikan keluhan yang disampaikan oleh warga. Mulai dari sulitnya air di musim kemarau, pinjam uang melalui bank emok dengan bunga besar, hingga sekolah yang disebut gratis nyatanya masih harus bayar.
“Warga berharap ada kredit dengan bunga ringan, sekolah yang benar-benar gratis, dan di Cirebon tidak lagi kekurangan air saat musim kemarau, ditambah jalan ke desa yang jelek segera diperbaiki,” ujar KDM.
“Saya catat semua amanatnya. Kita perjuangkan bersama,”ucap Prabowo di akhir konferensi video.
Ditemui usai acara, KDM menjelaskan keluhan yang disampaikan adalah realitas rakyat. Bahkan masih banyak keluhan seperti rumah tidak layak huni, masih banyak anak tidak sekolah, angka perkawinan di bawah umur cukup banyak, termasuk angka perceraian tinggi yang berakibat banyak janda di usia sangat muda.
Kang Dedi Mulyadi menyebut seluruh permasalahan tersebut berimbas pada angka kemiskinan yang terus meningkat. Termasuk kasus anak stunting yang juga masih harus terus dievaluasi.
Problem tersebut ke depan akan diselesaikan secara teknis. Salah satunya yang ditawarkan oleh Prabowo adalah memberikan jaminan kesehatan secara menyeluruh, jaminan pendidikan, peningkatan gizi anak, pembangunan infrastruktur desa, ketersediaan air bersih hingga kredit untuk rakyat.
“Sehingga kita ini pemimpin jangan juga ujug-ujug membangun bangunan mewah yang nilainya fantastis triliunan, realitas rakyat kita masih seperti ini. Lebih baik bereskan dulu urusan di kampung-kampung biar tertata. Makanya lembur ka urus, kota ka tata (kampung terurus, kota tertata), Jawa Barat istimewa,” pungkas KDM.