FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

Ini Syarat Orang yang Dianjurkan Berkurban Meenurut Buya Yahya



Syarat seseorang muslim/muslimah yang dianjurkan berkurban. Berikut penjelasan Buya Yahya, seperti dikutip dalam buyayahya.org

Lalu apa syaratnya untuk melakukan kurban? Simak penjelasan berikut ini.

BACA JUGA:
3 Hal yang Membuat Daging Kurban Jadi Haram
Ini Penjelasan UAS Tentang Arisan Hewan Kurban
Kenali Hukum dan Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha

Sangat dikukuhkan dan dianjurkan untuk melakukan kurban bagi orang yang telah memenuhi syarat berikut ini:

1. Seorang muslim atau muslimah

2. Usia baligh

Keluar mani (bagi anak laki-laki dan perempuan) pada usia 9 (sembilan) tahun hijriah.

Keluar darah haid usia 9 (sembilan) tahun hijriah (bagi anak perempuan)

Jika tidak keluar mani dan tidak haid maka di tunggu hingga umur 15 tahun. Dan jika sudah genap 15 tahun maka ia telah baligh dengan usia yaitu usia 15 tahun.

3. Berakal

Orang gila tidak diminta untuk melakukan kurban, akan tetapi sunnah bagi walinya untuk berkurban atas nama orang gila tersebut atau diambilkan dari harta orang gila, jika walinya adalah ayah atau kakeknya.

4. Merdeka.

Seorang budak tidak dituntut untuk melakukan kurban.

5. Mampu

Mampu disini adalah punya kelebihan dari makanan pokok, pakaian dan tempat tinggal untuk
dirinya dan keluarganya di hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik.

6. Rosyid

Bukan orang yang Mahjur ‘Alaih (orang yang tidak diperkenankan bertransaksi dengan hartanya, baik karena tidak sempurna akalnya atau karena pailit yaitu orang yang terlilit hutang, hingga semua hartanya pun tidak akan cukup untuk membayar hutangnya).

Maka bagi siapa pun yang memenuhi syarat-syarat tersebut telah masuk dalam golongan orang yang dianjurkan untuk bisa berkurban dan akan menggugurkan sunnah kifayah bagi yang lainnya.

Jika ada anak yang belum baligh maka tidak diminta untuk melakukan kurban. Akan tetapi sunnah bagi walinya untuk berkurban atas nama anak tersebut dari harta walinya atau dari harta anak tersebut jika walinya adalah ayah atau kakek.

Akan tetapi hal itu tidak menggugurkan sunnah kifayah bagi yang lainnya. Demikian penjelasan Buya Yahya seperti dikutip pada buyayahya.org.

Dengan demikian, remaja juga sudah bisa melakukan kurban, tidak mesti harus dewasa baru melakukan kurban.

Namun juga melihat dari segi kemampuan, jika remaja sudah mampu, ada rezeki lebih, maka melakukan kurban juga sangat baik dilakukan.

Seperti tertera pada poin kelima di atas yakni punya kelebihan dari makanan pokok, pakaian dan tempat tinggal untuk dirinya dan keluarganya.

Sumber: TribunNews | Foto: Facebook/Buya Yahya

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.






TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bocah Peretas NASA Dianiaya Orang Tak Dikenal, Ini Fakta Terbarunya https://t.co/a0PfzMt6yl
Pemdes Sumber Kulon Majalengka Bangun Fasilitas Olahraga di Lahan 3,2 Hektar https://t.co/zxj9kUmYTr
Terungkap Penyebab Wafatnya Ustadz Asmala dan Epin Saat Sembelih Hewan Kurban https://t.co/7I7DSaPXjv
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter