FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ternyata Sangat Mustahil Jika Ingin Menjadikan Planet Mars Jadi Tempat Tinggal Seperti Bumi




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Banyak para peneliti yang ingin menjadikan planet Mars sebagai tempat tinggal bagi manusia layaknya planet Bumi seperti saat ini. Namun ternyata hal itu sungguh mustahil.

Pasalnya, suhu Mars sangat dingin, jaraknya jauh dari Matahari, dan debu-debu yang bertebaran justru mengubah Mars menjadi mirip Bumi jauh lebih menantang daripada yang terlihat.

Planet Mars dahulu adalah tempat yang hangat. Miliaran tahun silam planet merah itu memiliki atmosfer yang tebal dan kaya karbon, danau, serta lautan air bahkan awan putih berbulu. Tapi saat ini Tata Surya menjadi lebih baik untuk kehidupan manusia dibandingkan saat itu. Mars pun telah berubah.

Tetangga Bumi itu ditakdirkan lebih kecil dari Bumi, yang berarti suhunya mendingin lebih cepat. Sementara inti Bumi masih cair dan gumpalan zat besi yang kaya zat besi di pusat satu-satunya planet yang dihuni manusia ini menggerakkan medan magnet Bumi yang kuat, mengutip situs Space, seperti dikutip dari laman Viva.co.id, Kamis, 8 Juli 2021.

BACA JUGA:
Ilmuwan Yakin, Manusia Bisa Hidup dan Berkembang Biak di Mars
Ada Penampakan Aurora Mengerikan di Planet Mars
Temuan Terbaru Para Ilmuwan Sebut Mars Masih Memiliki Gunung Berapi Aktif
Nasa Punya Helicopter Ingenuity yang Siap Terbang di Mars

Ketika Mars mendingin maka intinya membeku dan medan gaya magnetnya mati. Akibatnya, atmosfer planet tetangga Bumi tersebut rusak akibat angin Matahari. Selama 100 juta tahun atau lebih angin Matahari melucuti atmosfer Mars. Ketika tekanan udara turun hingga hampir vakum, lautan di permukaan mendidih dan planet ini mengering.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa Mars dahulu mirip dengan Bumi. Apakah ada cara untuk mengembalikannya? Ide radikal pertama adalah mengembangkan teknologi untuk menghangatkan Mars.

Berbagai ide telah digaungkan, seperti menaburkan debu di seluruh kutub (untuk membuat mereka memantulkan lebih sedikit cahaya dan menghangatkannya) hingga membangun cermin ruang angkasa raksasa untuk menempatkan beberapa sinar tinggi di kutub.

Akan tetapi, setiap ide membutuhkan lompatan dalam teknologi, dan kehadiran manufaktur di luar angkasa jauh melampaui kemampuan kita saat ini. Dalam kasus cermin antariksa kita perlu menambang sekitar 200 ribu ton aluminium di luar angkasa yang belum bisa kita lakukan untuk saat ini.

Lalu, hampir tidak ada cukup karbodioksida atau CO2 yang terkunci di Mars untuk memicu tren pemanasan yang layak. Saat ini Mars memiliki kurang dari satu persen tekanan udara di permukaan laut yang ada di Bumi.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Gema Sholawat di Malam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sukasari Subang Allahumma Shalli Alaih https://t.co/aMfg2A4NaP
Merumuskan Pembelaaran IPA Dengan Pendekatan Quranic Socio Science https://t.co/5OXbDrSeKa
Kisah Inspiratif, Pernah Punya Hutang Milyaran dan Jadi Gelandangan Kini Sukses dengan Usaha Skincare https://t.co/3bqMe1lpLq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter