BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta selalu menghadirkan cerita yang lebih dari sekadar hasil di papan skor. Rivalitas klasik, gengsi dua kota besar, hingga tensi tinggi di dalam dan luar stadion menjadikan duel ini sebagai salah satu laga paling ditunggu dalam kalender sepak bola nasional.
Demikian pula dengan laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, (11/1), dipastikan memiliki makna yang lebih dalam. Selain menjadi penutup putaran pertama Super League 2025/2026, pertandingan ini juga berpotensi menjadi momen perpisahan bagi bek asing Persib Bandung, Federico Barba.
Isyarat Perpisahan Semakin Jelas
Meski manajemen Persib belum mengumumkan secara resmi kepergian sang pemain, sinyal hengkangnya bek asal Italia itu kian menguat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Barba dipastikan akan meninggalkan Bandung usai laga kontra Persija seiring berakhirnya paruh pertama kompetisi.
Isyarat perpisahan semakin jelas setelah Barba memberikan respons emosional di akun Instagram pribadinya. Dalam kolom komentar, seorang netizen dengan akun cola.comacus menyampaikan perpisahan penuh hormat dalam bahasa Italia.
“Terima kasih, Federico Barba, atas dedikasi Anda. Kami menghormati setiap keputusan yang diambil dan berharap itu adalah pilihan terbaik. Mohon maaf atas sikap kami yang tidak pantas,” tulis akun tersebut.
Barba membalas pesan itu secara langsung, menegaskan bahwa keputusannya kembali ke Eropa bukan dilandasi alasan profesional, melainkan persoalan keluarga yang mendesak.
“Terima kasih atas pesan ini. Saya mohon maaf kepada kalian semua, tetapi masalah keluarga yang serius mengharuskan saya segera kembali ke Eropa,” tulis Barba.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan Barba tidak diwarnai konflik ataupun ketidakpuasan terhadap klub. Di balik sorotan dunia sepak bola, ia memilih menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.
Perpisahan Penuh Kedewasaan di Laga Pamungkas
Keputusan meninggalkan Persib di tengah musim tentu bukan hal mudah bagi pemain mana pun, terlebih di tengah atmosfer persaingan yang sedang memanas. Namun, sikap Barba mencerminkan kedewasaan dan profesionalisme, sekaligus memperlihatkan sisi manusiawi seorang pesepak bola.
Belum dapat dipastikan apakah Barba akan turun sebagai starter atau hanya mengawal laga dari bangku cadangan. Namun satu hal jelas, jika ia mendapat kesempatan tampil, laga kontra Persija akan menjadi panggung terakhirnya bersama Maung Bandung di putaran pertama musim ini.
Bagi Bobotoh, duel panas melawan Persija bukan hanya soal rivalitas abadi, tetapi juga kesempatan untuk memberikan salam perpisahan kepada pemain yang, meski singkat, telah menjadi bagian dari perjalanan Persib Bandung musim ini.




