BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Jendela transfer paruh musim Super League 2025/26 yang resmi dibuka sejak 10 Januari 2026 mulai memunculkan tanda-tanda pergerakan di tubuh Persib Bandung. Meski hingga kini belum mengumumkan kedatangan pemain baru, Maung Bandung justru memberi sinyal bakal melepas satu hingga dua pemain dari skuadnya menjelang putaran kedua kompetisi.
Manajemen Persib masih memilih bersikap tertutup terkait aktivitas transfer. Namun, pernyataan pelatih kepala Bojan Hodak mengindikasikan bahwa evaluasi internal tengah dilakukan, terutama terhadap pemain yang dinilai belum menunjukkan performa sesuai harapan selama putaran pertama.
Pelatih asal Kroasia itu mengakui bahwa perubahan dalam tim tidak dapat dihindari, meskipun Persib menutup paruh musim sebagai pemuncak klasemen Super League. Menurut Bojan, hasil positif yang diraih tim tidak serta-merta menutup mata pelatih terhadap penampilan individu pemain.
“Kami melakukan pergantian besar-besaran di musim panas (awal musim), jadi tentu saja ada satu sampai dua pemain yang kami tidak senang dengan penampilannya,” ujar Bojan Hodak, Kamis (15/1/2026).
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Persib untuk melakukan penyesuaian komposisi skuad, termasuk kemungkinan melepas pemain di bursa transfer paruh musim. Kendati demikian, Bojan menegaskan bahwa perubahan yang dilakukan tidak akan berskala besar.
“Itu membuat kami akan melakukan perubahan, tapi tidak akan terlalu banyak. Jadi saya menduga tidak akan terlalu banyak perubahan,” katanya.
Bojan menilai posisi Persib sebagai tim teratas klasemen membuat perombakan total menjadi tidak relevan. Ia justru menilai tim-tim yang berada di papan bawah klasemen akan lebih aktif melakukan pergantian pemain demi memperbaiki performa.
“Pada akhirnya kami juga adalah tim nomor satu dan tim-tim yang di papan bawah yang melakukan banyak perubahan,” ucapnya.
Meski demikian, Bojan tidak menutup kemungkinan Persib tetap akan mendatangkan pemain baru setelah melepas sejumlah pemain, apabila tim pelatih menilai penguatan tambahan dibutuhkan untuk menjaga konsistensi pada putaran kedua.
“Bagi kami, mungkin akan dilakukan penguatan,” ujar Bojan singkat.
Dengan sikap hati-hati tersebut, Persib tampaknya ingin memastikan stabilitas tim tetap terjaga, sembari melakukan evaluasi terukur demi mempertahankan posisi puncak klasemen Super League 2025/26.




