BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Satria Muda Pertamina Bandung resmi mengumumkan restrukturisasi besar dalam jajaran kepelatihan dan manajemen tim. Pengumuman dilakukan di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Senin (1/12), sebagai langkah strategis menyongsong musim kompetisi 2026.
Dalam perubahan tersebut, posisi pelatih kepala, direktur olahraga, dan manajer tim diperbarui. Satria Muda menunjuk pelatih asal Serbia, Djordje Jovicic, sebagai pelatih kepala menggantikan Youbel Sondakh, yang telah memimpin tim sejak 2017.
Jovicic mengaku bangga bisa bergabung dengan klub besar seperti Satria Muda. “Ini salah satu tim dengan jumlah gelar terbanyak di Indonesia, dan saya merasa terhormat diberi kesempatan membangun era kejayaan baru di Bandung,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya pembangunan karakter pemain sebagai fondasi utama tim.
“Salah satu hal paling penting adalah karakter. Pemain harus memiliki mental yang kuat, disiplin, etos kerja tinggi, dan budaya yang mendukung kemenangan,” tambahnya.
Youbel Jadi Direktur Olahraga
Dalam restrukturisasi ini, Youbel Sondakh tidak meninggalkan klub. Setelah tujuh tahun menjabat pelatih kepala, ia kini dipercaya menduduki posisi Direktur Olahraga. Youbel menyebut perubahan ini sebagai kesempatan menyusun kerangka sistem pendukung jangka panjang bagi tim.
“Tugas awal saya membentuk ulang kerangka pendukung tim. Mulai dari scouting pemain muda, kerja sama dengan kampus dan klub amatir, hingga memperluas relasi. Ini proses membangun fondasi, bukan sekadar menyusun roster,” jelasnya.
Youbel menegaskan bahwa motivasinya ialah menciptakan lingkungan kerja yang suportif sekaligus mendongkrak standar profesionalisme di tubuh Satria Muda.
Pergantian Manajer Tim
Restrukturisasi juga membawa perubahan pada posisi manajer tim. Cecilia Dwi Maya ditunjuk menggantikan Theodore Wira Adi (Theo) yang kini berpindah ke divisi Business Development & Commercial.
Cecilia menyampaikan antusiasme atas amanah barunya. “Motivasi terbesar saya adalah keinginan untuk berkontribusi langsung dan memberi suasana kerja yang lebih suportif. Saya ingin membantu Satria Muda mencapai standar profesionalisme yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan perombakan besar ini, Satria Muda menegaskan langkah menuju era baru yang lebih terstruktur, profesional, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang. Klub berharap susunan manajemen dan kepelatihan yang baru dapat memperkuat persiapan menghadapi kompetisi 2026.