Pemerintahan

Akhiri Stigma Jalan Garinjul, Bupati Subang Resmikan Jalan Leucir Antara Jatireja-Binong

×

Akhiri Stigma Jalan Garinjul, Bupati Subang Resmikan Jalan Leucir Antara Jatireja-Binong

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita meresmikan ruas jalan Kabupaten Binong–Jatireja di Desa Binong, Kecamatan Binong, Jumat (19/12/2025). Peresmian ini menandai tuntasnya seluruh ruas jalan Kabupaten di Desa Binong yang kini berada dalam kondisi mantap dan mulus.

Ruas jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut dibangun dengan anggaran Rp4,5 miliar dan menjadi satu-satunya jalan Kabupaten di Desa Binong yang sebelumnya masih berstatus tidak mantap. Dengan rampungnya pembangunan ini, seluruh jalan Kabupaten di wilayah tersebut kini telah tertangani.

Kehadiran Bupati Subang disambut antusias masyarakat. Warga mengaku telah puluhan tahun menantikan kondisi jalan yang layak, dan baru merasakan perbaikan menyeluruh di bawah kepemimpinan Kang Rey.

Kepala Desa Binong, Nani Suryani, mengatakan ruas jalan Binong–Jatireja merupakan jalur strategis yang tidak hanya digunakan warga Desa Binong, tetapi juga menjadi penghubung antarwilayah Kecamatan Binong, Compreng, hingga Pusakajaya.

“Jalan ini jalur utama. Kondisi yang mulus tentu sangat membantu mobilitas masyarakat dan mendorong perekonomian,” ujar Nani.

Ia menambahkan, ruas jalan tersebut juga menjadi jalur distribusi program nasional Makan Bergizi Gratis, sehingga kualitas infrastruktur jalan sangat berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan program di lapangan.

Peresmian jalan ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng oleh Bupati Subang yang didampingi Camat Binong dan Kepala Desa Binong. Dalam sambutannya, Kang Rey menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi jalan rusak di Kecamatan Binong maupun wilayah Kabupaten Subang secara keseluruhan.

“Aspirasi Dewan oge kudu ku jalan, supaya 2027 ulah aya deui jalan anu garinjul. Di Binong jalanna kudu mulus,” tegas Kang Rey.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Subang telah menyelesaikan perbaikan sepanjang 92 kilometer jalan Kabupaten. Dengan nada bercanda, Kang Rey menyebut maraknya peresmian jalan juga membawa berkah bagi para penjual nasi tumpeng.

“Saya ucapkan selamat untuk tukang tumpeng karena banyak jalan yang diresmikan. Total 92 kilometer jalan sudah kita perbaiki dan menjadi mantap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, penggunaan APBD harus benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik.

“Tidak boleh lagi ada APBD, uang negara, uang pajak masyarakat yang dipakai untuk hal-hal yang tidak penting,” tegasnya.

Ia juga menyinggung perubahan signifikan kondisi jalan di Subang yang mulai dirasakan masyarakat. Menurutnya, ketertinggalan infrastruktur selama ini menjadi kegelisahan yang sudah ia rasakan jauh sebelum menjabat sebagai Bupati.

“Kita ini hanya sekitar 1,5 jam dari Jakarta dan Bandung, tapi infrastruktur tertinggal. Padahal kalau dipakai dengan tepat, sebenarnya bisa,” ungkapnya.

Kang Rey berharap citra Kabupaten Subang yang selama ini identik dengan jalan rusak dapat berubah seiring masifnya pembangunan infrastruktur jalan.

“Dulu orang bilang kalau jalannya sudah garinjul, berarti sudah masuk Subang. Sekarang kita ubah, kalau sudah mulus berarti masuk Subang,” katanya.

Ia menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan hanya bisa dilakukan dengan pengorbanan, terutama dengan memangkas anggaran seremonial yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya rela tidak beli mobil dinas, makan minum dihapus, seragam dihapus, SPPD dipotong. Yang penting jalan dibenahi. Alhamdulillah, Kepala OPD dan Camat ikut, karena kalau Bupatinya tidak ambil kenyamanan, jajaran di bawahnya juga harus ikut,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Subang, jajaran kepala OPD, Forkopimcam Binong, serta masyarakat setempat.