Pemerintahan

‎Bupati Majalengka: BIJB Diambil Pusat demi Bandara Hidup‎‎

×

‎Bupati Majalengka: BIJB Diambil Pusat demi Bandara Hidup‎‎

Sebarkan artikel ini

Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa masa depan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kini berada di tangan Pemerintah Pusat setelah Presiden Republik Indonesia menyetujui pengambilalihan pengelolaan bandara tersebut.‎‎

Hal itu disampaikan Eman saat diwawancarai awak media di halaman Pendopo Majalengka, Kamis (22/01/2026). Ia menyebut, keputusan Presiden tersebut menjadi titik balik bagi keberlangsungan dan optimalisasi BIJB yang selama ini dinilai belum maksimal.‎‎

“Pak Presiden sudah setuju BIJB diambil oleh Pemerintah Pusat dan akan dijadikan bagian dari pusat pertahanan nasional. Ini bukan penghentian operasional, justru langkah strategis agar bandara bisa dimaksimalkan,” ujar Eman.‎‎

Menurutnya, persetujuan Presiden tersebut sekaligus meluruskan isu yang sempat berkembang terkait rencana penghentian operasional BIJB.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak melepas tanggung jawab, melainkan mengikuti kebijakan strategis nasional setelah adanya persetujuan Presiden.‎‎

“Bukan angkat tangan. Setelah Presiden menyetujui BIJB menjadi bagian dari kepentingan nasional, maka skema pembiayaan dan pengelolaannya tentu akan ditangani secara bertahap oleh pusat,” katanya.

‎‎Eman juga menekankan bahwa sejak awal dirinya mendorong agar pengelolaan BIJB diserahkan kepada pihak yang berpengalaman, yakni Angkasa Pura. Ia menilai, keputusan Presiden membuka ruang bagi pengelolaan yang lebih profesional dan terintegrasi.‎‎

“Kalau sudah ditangani Angkasa Pura, bukan lagi KSO, tapi kerja sama pemanfaatan penuh. Mereka yang mengoperasikan, membiayai, bahkan menanggung risiko. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas bandara,” jelasnya.

‎‎Lebih lanjut, Eman optimistis keputusan Presiden tersebut akan membawa dampak positif bagi Majalengka dan kawasan Ciayumajakuning. Menurutnya, jika BIJB kembali ramai, maka sektor ekonomi, investasi, dan konektivitas wilayah akan ikut tumbuh.

‎‎“Ketika bandara ramai, Majalengka pasti ikut ramai. Ini yang kita harapkan. Dan keputusan Presiden ini bagi saya adalah angin segar,” pungkasnya.