Pemerintahan

Bupati Subang Ngantor di Daerah Banjir, Pantau Langsung Penanganan di Pantura

×

Bupati Subang Ngantor di Daerah Banjir, Pantau Langsung Penanganan di Pantura

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita memastikan penanganan banjir di wilayah Pantura Subang berjalan maksimal dengan turun langsung ke lapangan dan melakukan pengawasan intensif, bahkan memilih “berkantor” di kawasan terdampak.

Reynaldy mengungkapkan, dirinya telah berada di wilayah Pantura sejak sepekan terakhir untuk memantau langsung kondisi dan perkembangan situasi. Ia menegaskan tidak ingin hanya menerima laporan administratif, melainkan melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat di lapangan.

“Sebenarnya saya di Pantura itu sudah dari seminggu yang lalu, kita standby terus di Pantura,” ujar Reynaldy.

Untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi, Reynaldy menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar siaga secara bergiliran. Setiap hari, sedikitnya 10 OPD dijadwalkan melakukan piket dan standby langsung di lokasi terdampak.

“Pada prinsipnya saya menginstruksikan, tiap hari ada shift OPD yang standby. Jadi setiap hari itu ada 10 OPD di Pantura,” jelasnya.

Tak hanya memantau di siang hari, Reynaldy bahkan memilih menginap di wilayah Pantura dan tidur di kantor kecamatan demi menjaga situasi tetap terkendali.

“Saya sendiri dari malam tadi sudah nginep di Pantura, tidur di kantor kecamatan, menjaga situasi dan melihat kondisi langsung,” katanya.

Menurut Reynaldy, langkah turun langsung ini dilakukan karena ia ingin memperoleh laporan yang utuh dan faktual langsung dari masyarakat, mulai dari kepala desa hingga tingkat RT dan RW.

“Saya nggak mau dengar laporannya via via. Saya pengennya laporan langsung dari kepala desa, dari masyarakat, dari RT, dari RW,” tegasnya.

Dalam salah satu kejadian darurat, Reynaldy mengungkapkan bahwa dirinya harus bergerak cepat pada tengah malam setelah menerima laporan dari seorang kepala desa yang mengabarkan warganya terisolasi akibat banjir.


“Kita mobile. Bahkan saya malam tadi jam 12.00 malam ditelepon kepala desa Bobos sambil nangis, katanya masyarakatnya ada yang terisolir,” ungkap Reynaldy.

Usai memimpin rapat penanganan bencana, Reynaldy langsung menuju lokasi terdampak di wilayah Legon Kulon dan Desa Bobos untuk memastikan kondisi warga yang terisolasi.


“Jam 12 malam juga, habis saya pimpin rapat penanganan bencana, saya langsung meninjau ke lokasi, ke Legon Kulon dan ke Bobos, untuk mengecek bagaimana situasi masyarakat yang terisolir,” lanjutnya.

Reynaldy menambahkan, sejak malam tersebut pemerintah daerah langsung menurunkan tim BPBD untuk mendirikan tenda darurat serta menyalurkan bantuan logistik.

“Alhamdulillah, dari malam tadi BPBD sudah kita drop untuk mendirikan tenda. Lalu dari malam dan tadi pagi juga kita suplai bahan-bahan makanan untuk kebutuhan masyarakat di sana,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Subang untuk hadir langsung di tengah masyarakat serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir—mulai dari logistik pangan, layanan kesehatan, hingga perlindungan darurat—dapat terpenuhi secara cepat dan menyeluruh.