Pemerintahan

Bupati Subang Temui Kakek Uhen, Tukang Bakso yang Jadi Korban Penipuan Dedi Mulyadi Gadungan

×

Bupati Subang Temui Kakek Uhen, Tukang Bakso yang Jadi Korban Penipuan Dedi Mulyadi Gadungan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Di tengah gelap malam Sukamelang, suara ketukan pelan di sebuah pintu rumah sederhana menjadi pertanda hadirnya sebuah kepedulian.

Di balik pintu itu, berdiri sosok pemimpin muda yang dikenal dekat dengan rakyatnya: Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita — atau akrab disapa Kang Rey.

Tanpa iring-iringan protokoler, tanpa gemerlap lampu media, Kang Rey datang tepat pukul 00.00 WIB, Selasa malam (27/05/2025), menemui seorang warga lanjut usia bernama Abah Uhen, 70 tahun, seorang pedagang bakso keliling yang menjadi korban penipuan bermodus uang palsu.

Sebelumnya, Abah Uhen ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menceritakan dengan suara gemetar bagaimana ia ditipu oleh seseorang yang mengaku sebagai Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat. Oknum tersebut memberikan uang palsu senilai Rp2 juta, yang ditukar dengan uang asli Rp500 ribu milik Abah—uang yang sedianya akan disetorkan ke bank untuk membayar cicilan.

Kisah memilukan ini viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet merasa geram, sekaligus iba terhadap nasib sang pedagang lansia yang dikenal jujur dan rajin bekerja.

Berbagai tag dan pesan masuk ke akun media sosial pribadi Bupati Subang. Tanpa menunggu pagi, Kang Rey turun langsung.

“Setelah banyak yang mengirim pesan dan menandai saya di sosial media, saya mencari tahu tempat tinggal si Abah. Malam-malam saya langsung ke sana. Kebetulan Abah belum tidur,” jelas Kang Rey

Kunjungan itu bukan sekadar simbolik. Dalam keheningan malam itu, Kang Rey duduk bersama Abah Uhen di ruang tamunya yang sederhana, mendengar cerita demi cerita dengan penuh perhatian. Ia pun langsung mengganti kerugian akibat penipuan tersebut, dan menambahkan bantuan tunai untuk melunasi cicilan Abah yang selama ini menjadi beban pikirannya.

“Uang itu tadinya buat setor cicilan ke bank… tapi malah ketipu. Setelah cerita ke Pak Bupati, cicilan saya malah dilunasi. Saya nggak nyangka, saya cuma bisa ucap syukur,” ujar Abah dengan nada lirih penuh haru.

Dalam pernyataannya, Kang Rey menyampaikan pesan penting bagi seluruh warga, terutama para pedagang kecil dan lansia yang rentan terhadap modus penipuan.

“Saya imbau seluruh pedagang kaki lima, apalagi yang sudah sepuh, agar selalu waspada. Jangan mudah percaya pada orang asing yang membawa janji manis. Kepada para pelaku penipuan: hentikan perbuatan ini. Jangan cari untung dari keringat rakyat kecil. Semoga kalian segera sadar dan bertaubat,” tegasnya.

Aksi spontan dan tulus dari Kang Rey mendapat sambutan luas dari warga Subang. Banyak yang menyebut ini sebagai contoh nyata bagaimana seorang pemimpin tak hanya memerintah dari balik meja, tapi turun langsung menjemput suara hati rakyatnya.

“Ini bukan soal pencitraan. Ini soal kemanusiaan. Saat kita bisa hadir untuk mereka yang tak bersuara, di situlah makna kepemimpinan diuji,” ujar seorang warga yang menyaksikan pertemuan tersebut.

Malam itu, bukan hanya pintu rumah Abah Uhen yang diketuk, tetapi juga hati banyak orang. Di tengah dunia yang sering kali dingin terhadap nasib rakyat kecil, masih ada ruang untuk kebaikan.

Kunjungan Kang Rey menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari keberanian untuk peduli. Dan bagi Abah Uhen, malam itu tak akan pernah ia lupakan.

“Saya nggak punya apa-apa buat balas, cuma doa saya, semoga Pak Bupati selalu diberi sehat dan panjang umur. Orang baik harus dijaga,” tutupnya pelan.