Dianggap Tak Punya Kontribusi Tangani Corona, Stafsus Millenial Jokowi Dikritik



Seluruh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi mendapat sorotan dan kritik dari masyarakat di tengah pandemi COVID-19 di Indonesia. Banyak yang mempertanyakan kinerja mereka karena selama ini publik tidak pernah tahu dengan apa yang sudah mereka lakukan.

Nama Staf Khusus Jokowi itu ramai-ramai diperbincangkan, khususnya di media sosial. Bahkan beberapa masyarakat menjadikan foto mereka sebagai bahan candaan di media sosial.

BACA JUGA:
Alasan Jokowi Ajak 2 Orang Stafsus-nya ke Subang
Gaji Stafsus Rp51 Juta, Guru di Subang Diupah Rp750 Ribu Perbulan
Inilah 7 Staf Khusus Kepresidenan dari Kalangan Millenial


Menanggapi sejumlah kritikan itu, Ayu Kartika Dewi sebagai salah satu anggota Stafsus Milenial memberikan pembelaan. Dia menegaskan bahwa pekerjaan mereka hanya memberikan saran untuk Presiden Jokowi.

Ia menekankan tugas Staf Khusus Milenial tidak seperti para menteri yang punya kewenangan lebih untuk merancang dan melaksanakan setiap program yang ada.

"Tugas kami memang bukan eksekusi (pelaksana), tidak kayak menteri, misalnya yang punya wewenang, tim, anggaran untuk bikin program. Kami tugasnya adalah ngasih saran dan sumbang pikiran ke Presiden," kata Ayu dalam keterangannya seperti yang dilansir oleh kumparan, Rabu (1/4).

Ayu mengatakan hal itu masih banyak tidak diketahui oleh masyarakat sehingga muncul kesalahpahaman di tengah publik. Padahal, ia mengatakan selama ini mereka sudah bekerja sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi yang ditetapkan.

"Sebenernya sedih banget karena gw sangat bisa memahami kefrustrasian semua orang. Semua khawatir tertular corona dan banyak orang yang jadi berkurang pendapatan atau bahkan kehilangan pekerjaan," ucap Ayu.

Di sisi lain, Ayu mengatakan bukan berarti mereka hanya berdiam diri di tengah pandemi virus corona. Ayu dan rekan-rekannya juga sudah bergabung dalam kelompok Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang diketuai Kepala BNPB Letjen Doni Monardo.

"Kami juga berinisiatif untuk minta bergabung di Gugus Tugas Covid yang dipimpin BNPB, jadi sekarang kami bantuin beberapa hal di sana," beber dia.
Meski hanya sebagai anggota dalam gugus tugas, Ayu merasa cukup senang karena bisa ikut membantu penanganan COVID-19 di Indonesia.

"Selain itu, kami lagi nyiapin gerakan #maskerkainuntuksemua. Belajar dari negara Ceko yang dalam 10 hari bisa membuat 100% warganya pakai masker ketika keluar rumah. Ceko mengajak semua orang ikut bikin masker kain," pungkasnya.

Sumber: Kumparan | Foto: Wahyu Putro/ANTARA

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ratusan Botol Miras Disita di Subang Kota pada Malam Takbiran https://t.co/E7hxdUfJVn
Hari Lebaran, Jumlah Positif Covid-19 di Purwakarta Bertambah 1 Orang https://t.co/cW1BNBZpgD
Sempat Ditolak Bidan, Ibu di Subang ini Lahiran di Jalan Jelang Sholat Idul Fitri https://t.co/eEtp53QKiV
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter