FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

Kementan Fokus Kawal Gerdal Wilayah Endemis Tikus di Subang

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya agar budidaya padi berhasil dipanen dengan produksi tinggi.

Salah satu kendala yang dihadapkan petani adalah hama tikus, sehingga Kementan fokus mengawal Gerakan Pengendalian (Gerdal) wilayah endemis tikus, yakni Kabupaten Subang.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Enie Taruslina mengatakan tikus merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) utama yang menyebabkan kerusakan pada tanaman padi dan kehilangan hasil yang diakibatkan OPT tersebut cukup tinggi. Salah satu wilayah yang selalu mengalami permasalahan tikus adalah Desa Pusakajaya, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang.

Lebih lanjut Enie menjelaskan pengendalian hayati yang memanfaatkan burung hantu dilakukan dengan pembuatan Rubuha. Rubuha sebagai tempat tinggal burung hantu dan membawa mangsanya. Rubuha harus kuat dan tidak mudah roboh, tiang harus terbuat dari beton dengan pondasi cakar ayam sehingga tidak mudah roboh di tanah persawahan yang lembek.

“Tinggi Rubuha sekitar 4 meter dari permukaan tanah untuk memudahkan burung hantu mengintai buruannya dan efektif membawa hasil buruannya,” demikian jelas Enie saat mengunjungi lokasi panen padi di Desa Pusakajaya bersama Staf Khusus Menteri Pertanian Firdaus Hasan

Hadir dalam acara panen tersebut Korsatpel Wilayah 2 Subang, Koordinator Wilayah Endemis Tikus Subang Jadi Sasaran Pengawalan Kementan. “Rubuha ini efektif, tidak memerlukan biaya besar, mudah dilakukan dan ramah lingkungan. Dengan pendampingan Tim kami, akhirnya kelompok tani tersebut berhasil panen. Semua berkat kerjasama yang baik antara petani, dinas, petugas setempat dan juga tim POPT,” ungkap Enie.

Yadi Kusmayadi, salah seorang petugas pengamat OPT dan tim telah turun ke lapangan sejak awal serangan tikus  di daerah tersebut. Ia menagatakan dalam mengatasi permasalahan tikus tersebut, maka dilaksanakan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan melakukan kegiatan Pengelolaan Ekosistem Sawah di Daerah Endemis Tikus.  

Keberhasilan kegiatan ini untuk pengendalian tikus di kelompok tani ditandai dengan panen yang berhasil. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan penelitian tentang pengelolaan tikus oleh Tim.

“Kita telah melakukan berbagai upaya pengendalian tikus antara lain melakukan gerakan pengendalian dengan gropyokan, emposan, pemasangan Trap Barrier System (TBS) dan Linear Trap Barrier System (LTBS) serta pembuatan rubuha dengan teknologi pegendalian hayati menggunakan burung hantu. Kita lakukan pendampingan hingga panen,” ucap Yadi.

Bahagia tampak dari petani yang berhasil panen setelah beberapa kali hasil panennya tidak memuaskan bahkan gagal akibat serangan tikus.“Musim ini kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan BBPOPT yang telah memberikan bantuan benih dan juga pendampingan sehingga berhasil panen. Mudah-mudahan musim tanam berikutnya ada bantuan dari pemerintah, kami dari Desa Pusakajaya sebanyak tujuh kelompok siap dengan tangan terbuka menerimanya, mudah-mudahan Allah meridhoi, terima kasih,” ungkap petani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan Kementan melalui BBPOPT Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus berupaya mengendalikan hama tikus yang menyerang pertanaman padi. Petugas pengendali OPT memberikan bimbingan tentang upaya pengendalian tikus kepada petani, sehingga komitmen Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menjadi ketersediaan beras benar-benar terwujud.

"Kunci keberhasilan pengendalian tikus ini adalah bagaimana cara menggerakkan kekompakan para petani. Kalau dilakukan sendiri-sendiri sama saja hasilnya karena jangkauan habitat tikus ini cukup luas, maka dari itu penting untuk melakukan gerakan pengendalian secara bersama-sama," ujar Suwandi.



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pemkab Purwakarta Bantu Kepulangan TKW yang Mendapatkan Kekerasan di Arab https://t.co/MZKCID7bcP
Inilah Do'a Agar Terindar dari Marabahaya https://t.co/kpz639W9wx
Update Covid-19 Karawang, Tambah 3 Orang, 1 Meninggal di Purworejo https://t.co/Zf5uMdNo8s
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter